Efek Berganda! Festival Film Tak Hanya Cetak Sineas, Tapi Juga Dongkrak Perekonomian Daerah

Rabu, 24 Jun 2026, 14:00 WIB

JAKARTA – Festival film merupakan instrumen penting dalam pengembangan industri kreatif karena tidak hanya menjadi ruang apresiasi karya sinema, tetapi juga sarana mempertemukan sineas, investor, distributor, dan penonton.

Melalui festival, film-film berkualitas memperoleh kesempatan lebih luas untuk dikenal publik dan menjangkau pasar yang lebih besar.

Ket. Foto: Ilustrasi - Festival Film Jelek (FFJ) Volume 2 sukses diselenggarakan pada 1–3 Mei 2026 di Teater Utan Kayu, Jakarta Timur, setelah pembukaan edisi perdananya pada akhir Februari 2026. — Sumber: Istimewa.

Selain mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, festival film juga berperan dalam memperkuat diplomasi budaya dengan memperkenalkan identitas, nilai, dan keberagaman suatu daerah atau negara kepada khalayak internasional.

Dengan demikian, festival film dapat menjadi katalis bagi peningkatan kualitas industri perfilman sekaligus penguatan ekosistem kreatif yang berkelanjutan.

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan ruang apresiasi berupa festival film yang diselenggarakan di daerah dapat menggerakkan nilai ekonomi masyarakat sekitar sekaligus memperkuat ekosistem perfilman di Indonesia.

Riefky, dalam keterangan yang diterima, Rabu (24/6) mengatakan festival film dapat menjadi wadah inkubasi talenta dan penggerak ekonomi kreatif, dengan memperkaya film bertema budaya dan ragam cerita rakyat Indonesia yang dapat menjadi sumber inspirasi yang memiliki nilai ekonomi tinggi bagi industri perfilman nasional.

Potensi tersebut tercermin dari penyelenggaraan Festival Film Horor (FFH) oleh Ruang Film Pacitan bersama Pemerintah Kabupaten Pacitan.

"Indonesia sangat memiliki keberagaman serta keunikan dalam budaya hingga cerita horor selayaknya tambang emas baru. Kementerian Ekraf siap mengkolaborasikan FFH dengan mitra kementerian untuk semakin membuat benchmark di mana event FFH tahun ini dapat naik kelas," ujar Menteri Ekraf.

Festival ini memiliki karakteristik yang kuat karena digelar di kawasan pesisir Pantai Pancer Door serta sejumlah lokasi strategis di Pacitan. Konsep tersebut menjadi pembeda yang memperkuat identitas FFH dibandingkan festival film lainnya di Indonesia.

Penyelenggaraan perdana FFH pada tahun 2025 berhasil diikuti sebanyak 285 film dalam tiga kategori, yakni umum, pelajar, dan eksibisi.

Tahun ini, FFH 2026 mengusung tema INDIGO: Melihat yang tak terlihat. Membaca yang terlupakan. Membangun yang akan datang. Rangkaian kegiatan akan berlangsung mulai Juni hingga September 2026, sementara malam puncak atau awarding dijadwalkan pada 9–12 September 2026.

Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayuaji, mengatakan, FFH telah memberikan dampak positif bagi daerah, baik dari sisi ekonomi maupun pengembangan kegiatan kreatif lainnya. Menurutnya, festival ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang temu bagi para pelaku perfilman dan masyarakat.

"FFH ini yang mendatangkan event lain yang menurut saya itu selama ini bisa mendatangkan wisatawan. Tentu kami mengharapkan FFH 2026 dapat berkolaborasi dengan Kementerian Ekraf hingga mampu menjadi festival Provinsi, nasional bahkan global,” kata Indrata.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Polri Raih Rekor MURI Tanam Bawang Putih Serentak di Lahan Terluas

Kebakaran di Jalan Pisangan Baru Tengah, Matraman, Jakarta Timur Anguskan Tiga Rumah

Pemprov Gorontalo Lakukan Efisiensi Belanja dan Prioritas Program Berdampak Langsung ke Masyarakat untuk Jaga Kemandirian Fiskal

Menkomdigi: 99,9 Persen BTS Terdampak Gempa NTT Sudah Pulih

Pemprov Jambi Bangun Kesadaran Masyarakat untuk Taat Bayar Pajak Kendaraan Lewat Undian Berhadiah

Jelang Maulid Nabi, Pemprov Babel Pastikan Stok Bawang dan Cabai Cukup

BMKG Ingatkan Masyarakat untuk Waspadai Gelombang Tinggi 2,5 Meter di Perairan Kalsel

Trailer Terbaru 'Dune: Part Three' Ungkap Sisi Gelap Paul Atreides, Perang Besar dan Konspirasi Mematikan

Pemprov DKI Jakarta Ungkap Alasan Rekayasa Cuaca Belum Dapat Dilakukan

TNI AL Gagalkan Penyelundupan 75,7 Ton Pasir Timah ke Malaysia

Bromo Kembali Dibuka Tengah Malam Nanti, Wisatawan Bisa Berkunjung Lagi dengan Aman

80 Perusahaan Bekerja Sama PAL Jaya

Insidious 6 Ubah Aturan Besar, The Further Jadi Teror ke Dunia Nyata

Kementerian Pariwisata: Berikut Destinasi Wisata yang Masih Ditutup Pascagempa di NTT

Cuaca Kering dan Panas Sulitkan Pemadaman Karhutla di Kalsel

Berikut Daftar Destinasi Piknik yang Masih Ditutup Usai Gempa NTT

Hadapi Musim Kemarau, Pemkab Barito Utara Bentuk Satgas Kesiapsiagaan Karhutla dan Pengawasan BBM

Daerah-daerah Siaga Kebakaran Hutan dan Lahan

Pintu Futures Lite Bidik Trader Pemula, Tawarkan Leverage hingga 25 Kali

Bappeda Memilih Bus Sekolah Khusus Buat Difabel Masuk Nominasi Penghargaan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.