PPIH Mengimbau Jemaah Lansia Tak Memforsir Tenaga Jelang Puncak Haji
📅 Selasa, 06 Mei 2025, 22:42 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA
JAKARTA – Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Muchlis Muhammad Hanafi, mengimbau jemaah lanjut usia (lansia) agar tidak memforsir tenaga menjelang puncak haji.
Menurut Muchlis, medan ibadah terberat justru akan terjadi pada puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina sehingga stamina jemaah harus dikelola dengan baik sejak di Madinah.
“Ini baru langkah awal, justru nanti medan terberatnya itu adalah di Makkah, terutama saat Arafah, Muzdalifah, Mina. Jangan sampai sekarang mereka ini terforsir," ujarnya kepada wartawan di Madinah, Arab Saudi, Selasa (06/5).
Muchlis menyampaikan bahwa sebagai bentuk antisipasi, PPIH telah menyiagakan petugas khusus untuk mendampingi jemaah lansia, risiko tinggi, dan penyandang disabilitas. Langkah itu, kata dia, merupakan bagian dari implementasi layanan haji ramah lansia dan inklusif yang kembali diusung pada musim haji 2025.
“Kita masih mengusung tagline ramah lansia, layanan yang inklusif. Petugas-petugas juga ada yang memang khusus menangani lansia ini,” kata Muchlis.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menyampaikan pula bahwa pendampingan menjadi elemen penting bagi seluruh jemaah, tidak hanya lansia, tetapi juga mereka yang baru pertama kali ke luar negeri dan belum terbiasa dengan dinamika perjalanan internasional.
“Jangankan yang lansia ya, orang yang pertama ke luar negeri mungkin juga pasti akan bingung. Oleh karena itu, saya kira kuncinya adalah pendampingannya,” kata dia.
Ke depan, Muchlis berharap jemaah dapat memanfaatkan masa awal ibadah untuk beradaptasi dan menjaga kebugaran. Dengan demikian, kata dia, mereka dapat menjalani seluruh rangkaian ibadah dengan khusyuk dan selamat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebelumnya, Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah telah mengimbau jemaah untuk menjaga kondisi fisik dengan memastikan istirahat yang cukup dan tetap terhidrasi, khususnya menjelang puncak ibadah haji yang diperkirakan berlangsung dalam cuaca panas ekstrem.
“Yang pertama adalah istirahat harus cukup. Jadi, jangan terlalu ngoyo untuk mengejar ibadah-ibadah sunah karena yang paling penting dari proses haji ini justru pada saat di Arafah (wukuf), bermalam di Muzdalifah, dan di Mina (melontar jumrah)," ujar Wakil KKHI Madinah, Yuni Anisa W.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!