Pakar UGM Sebut MBG Belum Efektif Cegah Stunting

Selasa, 06 Mei 2025, 22:05 WIB

JAKARTA - Pakar Gizi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Toto Sudargo, menilai, program Makan Bergizi Gratis (MBG) belum efektif mencegah stunting. Dia menekankan pentingnya melibatkan ahli gizi dalam setiap lini perencanaan dan pelaksanaan.

"Jangan menggunakan orang yang bukan ahli gizi karena tidak tahu bagaimana menyusun menu dari bahan mentah sampai ke mulut konsumen," ujar Toto, dalam keterangannya, dikutip dari laman UGM, Selasa (6/5).

Ket. Foto: Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) — Sumber: Istimewa

Dia mendorong pendekatan desentralisasi hingga ke tingkat desa agar pengawasan dan pelaksanaan lebih optimal. Meski masih ada kekurangan, salah satu kunci efektivitas MBG adalah penargetan yang spesifik kepada kelompok yang paling membutuhkan seperti ibu hamil, ibu menyusui, anak balita, dan remaja putri.

"Program MBG ini layak didukung dan memiliki potensi besar untuk mengatasi masalah stunting jika dilaksanakan dengan tepat sasaran dan profesional," jelasnya.

Toto menyebut bahwa MBG harus menyumbang minimal sepertiga dari kebutuhan gizi harian, terutama protein sebagai faktor pertumbuhan utama. Menurutnya, selama ini yang tercukupi hanya karbohidrat.

Dia menerangkan, program ini tidak hanya tergantung pada jumlah makanan yang diberikan, tetapi juga kualitas dan daya terima anak-anak terhadap makanan tersebut. Untuk menyiasati kebiasaan makan anak-anak yang cenderung pemilih, Toto menyarankan agar menu MBG dibuat menarik dan sesuai tren. 

"Buat yang kecil-kecil tapi enak. Misalnya bola-bola daging atau makanan kekinian lainnya yang disukai anak-anak," tuturnya.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Muhamad Ma'rup

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.