Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kebijakan Pemprov Banten Gratiskan SMA/SMK dan SKh Swasta Diapresiasi ICMI Lebak

📅 Minggu, 04 Mei 2025, 17:52 WIB | Oleh:
Kebijakan Pemprov Banten Gratiskan SMA/SMK dan SKh Swasta Diapresiasi ICMI Lebak   Doc: ANTARA/Mansyur
Ket. Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kabupaten Lebak Ucu Juhroni.

LEBAK - Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kabupaten Lebak mengapresiasi kebijakan Pemerintah Provinsi Banten yang menggratiskan pendidikan jenjang SMA/SMK dan sekolah (SKh) swasta.

"Kami berharap pendidikan gratis itu jangan sampai ada lagi anak-anak putus sekolah di Banten," kata Ketua ICMI Kabupaten Lebak Ucu Juhroni di Lebak, Minggu (4/5).

Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Banten telah memberikan perhatian cukup besar terhadap bidang pendidikan, di mana masih tinggi anak-anak yang putus sekolah akibat terbentur biaya, terlebih sekolah swasta.

Selama ini, pendidikan gratis hanya milik pemerintah saja dengan status sekolah negeri melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) mulai jenjang SD/SMP dan SMA/SMK.

Oleh karena itu, pihaknya memuji kebijakan Gubernur Banten Andra Soni menggratiskan seluruh biaya pendidikan swasta dengan mengalokasikan dana BOS sehingga anak-anak bisa belajar dengan baik.

Program pendidikan gratis yang diluncurkan Gubernur Banten Andra Soni pada 2 Mei 2025 bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).

Pendidikan sekolah swasta gratis tingkat SMA/SMK/SKh itu tentu memberikan keringanan bagi masyarakat agar anak-anak mereka bisa menerima pendidikan yang lebih baik.

"Kami minta masyarakat sekarang yang memiliki anak usia sekolah agar bisa melanjutkan pendidikan secara gratis baik berstatus sekolah negeri maupun swasta dalam upaya meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Banten," kata Ucu.

Menurut dia, pengelola sekolah swasta dapat menerima kebijakan Pemerintah Provinsi Banten untuk menggratiskan seluruh biaya pendidikan.

Sebab, Pemerintah Provinsi Banten sendiri memberikan dana BOS agar kelanjutan pendidikan swasta berjalan untuk mencetak anak-anak bangsa yang cerdas dan berkarakter.

Bagi pengelola swasta yang menolak sekolah gratis, karena sumbangan partisipasi pendidikan (SPP) dari masyarakat lebih besar dibandingkan dana BOS tidak ada masalah.

Namun, pemerintah daerah sudah menawarkan dan mengajak untuk menerima dana BOS bagi sekolah swasta.

"Kami menilai kebijakan Pemerintah Provinsi Banten luar biasa menggratiskan biaya pendidikan sekolah swasta dan diharapkan tidak ada lagi anak- anak putus sekolah," katanya.

Sejumlah masyarakat Rangkasbitung Kabupaten Lebak mengatakan pendidikan sekolah swasta gratis yang diluncurkan Gubernur Banten Andra Soni berdampak positif untuk melanjutkan pendidikan dari anak-anak kurang mampu bisa melanjutkan pendidikan selama 12 tahun.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Hasil UEFA Nations League: Inggris Catatkan Kemenangan Terbesar Pertama Usai Hancurkan Kroasia 7-0

Hasil UEFA Nations League: Inggris Catatkan Kemenangan Terbesar Pertama Usai Hancurkan Kroasia 7-0

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.