Warga Singapura Memilih Perdana Menteri Baru di Tengah Ketidakpastian Ekonomi
📅 Sabtu, 03 Mei 2025, 11:15 WIB | Oleh: Lili Lestari"Para pemilih muda akan menjadi faktor di beberapa distrik. Tidak seperti para pemilih yang lebih tua, mereka siap mendengarkan kedua belah pihak dan membuat keputusan yang tepat," kata antan editor berita veteran dan pengamat politik P.N. Balji.
Seorang pemilih mengatakan kepada AFP bahwa dia terkesan dengan kandidat baru yang "menyegarkan dan menggairahkan" dari seluruh spektrum politik.
"Terlepas dari apakah mereka terpilih atau tidak, saya harap kita melihat dan mendengar lebih banyak tentang mereka, dan mengenal mereka lebih baik," kata Shi'ai Liang yang berusia 40 tahun.
Massa di Rapat Umum Oposisi
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada tahun 2020, kelompok oposisi terbesar di negara itu, Partai Pekerja (WP), memperoleh kemenangan bersejarah, memenangkan 10 dari 93 kursi yang diperebutkan -- peningkatan signifikan dari empat kursi yang sebelumnya dipegangnya.
WP berharap membangun momentum itu dengan sejumlah kandidat yang karismatik, termasuk seorang pengacara papan atas.
Partai tersebut menarik banyak massa di rapat umum selama kampanye, seperti pada pemilihan sebelumnya, tetapi jumlah besar itu jarang menghasilkan kemenangan elektoral di masa lalu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kandidat WP telah mengecam pemerintah karena menaikkan pajak barang dan jasa di tengah meningkatnya inflasi dan bersikeras bahwa pemerintah belum berbuat cukup banyak untuk mengekang kenaikan biaya di salah satu negara termahal di dunia.
Mereka juga mengatakan lebih banyak anggota parlemen oposisi dibutuhkan di parlemen sehingga PAP tidak memiliki "cek kosong" dan dapat dimintai pertanggungjawaban.
Namun, PAP menunjuk pada miliaran dolar Singapura yang telah dihabiskannya untuk membantu warga mengatasi kenaikan biaya, termasuk melalui pemberian uang tunai dan kupon belanja.
Singapura memiliki sekitar 2,75 juta pemilih yang memenuhi syarat yang akan memilih 97 anggota parlemen.
Tempat pemungutan suara dibuka pada pukul 8.00 pagi (0000 GMT) selama 12 jam pemungutan suara, dengan beberapa hasil diharapkan akan keluar sekitar tengah malam.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!