Identifikasi Kelemahan Hati Dapat Tingkatkan Kesejahteraan Pasien
Jumat, 02 Mei 2025, 19:08 WIBJAKARTA - Mengenali tanda-tanda awal dan faktor risiko kelemahan hati dapat membantu meningkatkan hasil melalui intervensi tepat waktu dan meningkatkan kesejahteraan pasien.
Ditulis laman Hindustan Times, Rabu (30/4), Dr. Ameet Mandot, Direktur - Departemen Hepatologi dan Kedokteran Transplantasi Hati di Rumah Sakit Gleneagles di Parel, Mumbai, menjelaskan penyakit hati sering dikaitkan dengan penyakit kuning, pembengkakan, atau kelelahan, tetapi ada komplikasi tersembunyi lain yang sering tidak diperhatikan yaitu kelemahan hati.
Kelemahan dan kerapuhan hati akan semakin parah terjadi pada pasien dengan penyakit hati kronis seperti sirosis.
"Sangat penting untuk mengidentifikasi dan mengelola kerapuhan hati guna memberdayakan pasien untuk melawan penyakit hati, mempertahankan massa otot, menahan perawatan rumit seperti pembedahan dan transplantasi, mencegah cedera dan patah tulang, serta meningkatkan kesejahteraan pasien secara keseluruhan," katanya.
Ameet menunjukkan gejalanya meliputi penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan, penyusutan atau kelemahan otot, kecepatan berjalan lambat, kesulitan berdiri atau bangkit dari kursi, kelelahan, energi rendah dan keseimbangan yang buruk.
"Saat hati semakin rusak, kemampuan tubuh untuk menyerap nutrisi dan mempertahankan massa otot menurun. Peradangan kronis, nafsu makan yang buruk, perubahan hormon, dan berkurangnya aktivitas fisik semuanya berkontribusi terhadap kondisi ini," katanya.
Faktor risiko melemahnya organ hati biasanya pada pasien sirosis yang sudah berlangsung lama, infeksi Hepatitis B atau C, penyakit hati akibat alkohol, usia, gaya hidup tidak banyak bergerak, peradangan dan stres.
Untuk mendiagnosanya, Ameet menjelaskan dokter akan melakukan pemeriksaan terkait kekuatan, kecepatan berjalan, dan tes berdiri di kursi.
Ia juga dapat menilai Indeks Kerapuhan Hati (LFI) untuk melihat tingkat keparahannya. Penilaian nutrisi dan pengukuran massa otot juga dapat menjadi bagian dari evaluasi terkait kesesuaian dengan diagnosis.
Perawatan yang didapat pasien dalam pemulihan kelemahan hati biasanya pasien akan direkomendasikan diet tinggi protein dan suplemen untuk membangun kembali otot dan meningkatkan kualitas hidup.
Terapi fisik dan olahraga juga diberikan untuk meningkatkan kekuatan dan daya tahan diperlukan bagi mereka yang berjuang melawan kondisi ini.
Mengelola komplikasi dan pemantauan rutin untuk melacak kemajuan dan mencegah rawat inap pada pasien.
Dengan diagnosis tepat waktu dan pendekatan multidisiplin, pasien dengan kelemahan hati dapat meningkatkan kekuatan, kualitas hidup, dan kesehatan hati secara keseluruhan. Ant
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Opik
Berita Terkait:
-
Pemeriksaan dokter spesialis keliling
-
Wajib Tahu! Kenapa Calon Pengantin Perlu Cek Kesehatan Sebelum Menikah?
-
Tak Perlu Khawatir, Operasi Hernia Anak Kini Lebih Minim Sayatan dengan Laparoskopi
-
Layanan kesehatan jemput bola korban bencana di Tapteng
-
Pengobatan korban banjir di Nagan Raya
-
Aksi donor darah dan cek kesehatan HUT TNI AU
-
Pemeriksaan kelaikan pengemudi bus di Madiun
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.