Produk Industri Kerajinan Semakin Mendunia, Ekspor Tembus USD 679 Juta
📅 Kamis, 01 Mei 2025, 14:50 WIB | Oleh: Tim RedaksiDirektur IKM Kimia, Sandang dan Kerajinan, Budi Setiawan menyampaikan, ekspor yang telah dilakukan oleh CV Palem Craft merupakan bukti nyata bahwa produk kreatif Indonesia mampu bersaing di pasar global asalkan diberi kemudahan akses, pelatihan dan kesempatan yang tepat. "Selain pembinaan dan pendampingan yang telah dilakukan, identitas produk, kualitas, dan keunikan produk dari CV Palem Craft turut berperan besar dalam keberhasilannya menembus pasar ekspor," jelasnya.
Budi mengatakan, Direktorat Jenderal IKMA Kemenperin memfasilitasi 10 IKM Kerajinan dan Home Décor, di mana keikutsertaan Kemenperin pada Pameran Ambiente tahun 2025 ini merupakan yang ke-15 kalinya sejak tahun 2008. "Hal ini tentunya menjadi komitmen kami dalam memberikan akses promosi ke pasar ekspor yang berkualitas dan tepat sasaran bagi IKM kerajinan binaan kami," terangnya.
Adapun Pameran Ambiente adalah salah satu pameran dagang terbesar di dunia untuk sektor barang konsumen sekaligus ajang temu bisnis bagi para pelaku industri di sektor interior decoration, gifts & premiums, table dan dinning ware. Pada tahun 2025, pameran ini diikuti oleh 3.988 peserta pameran termasuk 48 peserta dari Indonesia.
Ditjen IKMA juga terus melakukan pengawasan dan monitoring kepada para pelaku IKM penerima fasilitasi pameran dan pendampingan, salah satunya dalam bentuk keberlanjutan dari kegiatan Pameran Ambiente yang dimana IKM CV Palem Craft berhasil mendapatkan buyer baru hingga terjadinya kesepakatan transaksi dan dilaksanakannya pengiriman ekspor produk.
Sebaiknya Anda baca juga:
CV Palem Craft juga telah memiliki berbagai sertifikat seperti ISO 9001:2008, Sertifikat Verifikasi Legalitas Kayu (VLK), Sertifikat Business Social Compliance Inisiative (BSCI), Sertifikat Social Accountability (SAA), Sertifikat Underwriters Laboratories (UL), serta sertifikat lainnya, terang Budi.
Deddy Effendy selaku owner CV Palem Craft mengungkapkan, produknya yang diekspor mencerminkan harmoni antara desain kontemporer dan warisan lokal menghasilkan berbagai produk dekorasi rumah berbahan ramah lingkungan dan berkelanjutan seperti seperti bambu, batu apung, biji mahoni, rumput rayung, lidi, pisang, serta bahan baku lainnya.
"Beberapa bahan adalah limbah yang jarang digunakan, tetapi dapat kami olah dan kemas menjadi barang dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi," ucap Deddy.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!