Seoul: 600 Tentara Korea Utara Tewas Saat Bertempur untuk Russia
📅 Rabu, 30 Apr 2025, 11:16 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: Yonhap
SEOUL - Sekitar 600 tentara Korea Utara yang bertempur untuk Russia melawan Ukraina telah tewas dan ribuan lainnya terluka, kata seorang anggota parlemen Seoul pada Rabu (30/4), setelah Pyongyang secara resmi mengkonfirmasi pengerahan pasukan untuk membantu Moskow.
"Sejauh ini, korban di pihak pasukan Korea Utara diperkirakan mencapai sekitar 4.700, termasuk sekitar 600 kematian," kata anggota parlemen Lee Seong-kweun, anggota komite intelijen parlemen, kepada wartawan setelah pengarahan oleh badan mata-mata negara itu.
Korea Utara mengkonfirmasi untuk pertama kalinya pada Senin bahwa mereka telah mengerahkan pasukan ke Russia. Kantor berita pemerintah Korea Utara, KCNA melaporkan, tentara Pyongyang membantu Moskow merebut kembali wilayah di bawah kendali Ukraina di wilayah perbatasan Russia di Kursk.
Secara terpisah, Moskow mengkonfirmasi keikutsertaan Korea Utara, setelah berbulan-bulan tidak ada pernyataan resmi dari kedua negara, bahkan saat Seoul dan Washington menuduh Pyongyang mengirim semakin banyak pasukan dan senjata untuk membantu.
Sekitar 2.000 tentara telah dibawa kembali ke Korea Utara, kata Lee, dan sekarang dilaporkan ditahan secara terpisah di Pyongyang dan di lokasi lain di seluruh negeri.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Diperoleh informasi bahwa jenazah prajurit yang gugur dikremasi secara lokal di Kursk sebelum diangkut kembali ke Utara," tambahnya.
Korea Utara "mendukung perebutan kembali Kursk oleh Russia dengan mengerahkan 18.000 tentara dalam dua tahap," kata Lee, seraya menambahkan bahwa jumlah bentrokan di daerah itu telah menurun sejak sekitar bulan Maret.
Sejak saat itu, "telah ada laporan mengenai pelanggaran perilaku dalam pasukan Korea Utara, termasuk minum berlebihan dan pencurian," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kemampuan Tempur Meningkat Signifikan
Korea Selatan telah berulang kali mengecam pengerahan pasukan, dan mengkritik Korea Utara karena mengirim kontainer berisi senjata, termasuk rudal, untuk membantu perang RuSsia melawan Ukraina.
Korea Utara yang bersenjata nuklir telah menerima dukungan teknis yang signifikan dari RuSsia sebagai balasannya, klaim Seoul.
Selain itu, setelah enam bulan pertempuran, Badan Intelijen Nasional Seoul memperkirakan bahwa "kemampuan tempur pasukan Korea Utara telah meningkat secara signifikan," kata Lee.
"Kurangnya pengalaman di awal telah berkurang dan mereka menjadi lebih mahir dalam menggunakan sistem persenjataan baru, termasuk drone," katanya.
Lee mengatakan tidak mungkin untuk "sepenuhnya mengesampingkan" kemungkinan Korea Utara mengirim lebih banyak tentara ke RusSia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!