Apple Berkomitmen Tingkatkan Nilai Investasi di Indonesia

Rabu, 30 Apr 2025, 01:00 WIB

Jakarta - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani menyatakan perusahaan teknologi terkemuka asal Amerika Serikat (AS), yakni Apple berkomitmen untuk meningkatkan nilai investasinya di Indonesia.

Rosan di Jakarta, Selasa (29/4) menyatakan komitmen tersebut disampaikan pihak Apple berdasarkan komunikasi yang dilakukan setelah perusahaan itu berkomitmen untuk membangun fasilitas produksi AirTag di Batam.

Ket. Foto: Rosan Roeslani Menteri Investasi dan Hilirisasi/ Kepala BKPM - Kita melihat justru investasi Apple ini berdasarkan komunikasi dengan mereka ini akan meningkat. Akan meningkat. — Sumber: antara

"Kita melihat justru investasi Apple ini berdasarkan komunikasi dengan mereka ini akan meningkat. Akan meningkat," kata dia.

Seperti dikutip dari Antara, Rosan menyampaikan menindaklanjuti hal ini lembaga yang dipimpinnya sudah menjalin komunikasi dengan tiga vendor Apple untuk menanamkan modalnya di Tanah Air.

Selain itu, disampaikan dia perusahaan asal TIongkok, Huayou diketahui selama ini menjadi salah satu pemasok komponen untuk produk Apple. Dengan begitu, pihaknya juga meminta perusahaan tersebut secara intensif memfokuskan produksinya di Indonesia.

"Jadi nanti dari Indonesia juga bisa suplai Apple untuk komponen-komponen dan itu dibebaskan dari tarif," katanya pula.

Sebelumnya, Rosan menyatakan pabrik vendor Apple sudah mulai dibangun di Batam, di mana vendor itu akan menyuplai 65 persen kebutuhan AirTag di seluruh dunia.

Menurut dia, investasi itu bernilai 1 miliar dollar AS atau setara dengan 16 triliun rupiah, dengan potensi penciptaan lapangan kerja hingga 2.000 orang. Investasi itu akan terus didorong hingga bisa mencapai 10 miliar dollar AS. Adapun pabrik vendor itu ditargetkan rampung pada awal 2026.

Rosan mengungkapkan investasi vendor Apple di Indonesia dapat menciptakan lapangan kerja dan membantu peningkatan ekspor Indonesia.Kemudian investasi ini juga akan menimbulkan hal yang positif, karena produksi vendor Apple tersebut dipakai 65 persen untuk orientasi ekspor.

Menurut dia, dalam satu produk handphone Apple terdapat ratusan vendor Apple dan saat ini terdapat puluhan vendor Apple yang sudah berinvestasi di sejumlah negara seperti Thailand, Malaysia, Vietnam.

Masuknya investasi vendor Apple ke Indonesia dapat menjadi pintu masuk bagi Indonesia untuk menjadi bagian dari rantai pasok global (global value chain).

Capaian Investasi

Lebih lanjut, Rosan menyakini target investasi hingga akhir tahun 2025 atau tiga kuartal berikutnya yang sebesar 1.905 triliun rupiah bisa terpenuhi, meski ada dinamika geopolitik global, seperti perang dagang.

"Kami melihatnya di Kementerian Investasi cukup optimistis dalam tiga kuartal berikutnya. Walaupun harus kami akui tidak mudah," kata dia.

Disampaikan Rosan, optimisme tersebut muncul dari komitmen investasi di Indonesia yang saat ini sedang berjalan, sehingga pihaknya harus memastikan komitmen tersebut bisa direalisasikan agar target capaian penanaman modal terpenuhi.

"Yang paling penting buat kami bagaimana komitmen itu bisa menjadi implementasi. Karena kalau sudah menjadi implementasi, itu baru bisa kami bukukan," katanya pula.

Selain itu disampaikan dia, dari total capaian investasi tahun 2025, kontribusi sektor hilirisasi terhadap penanaman modal di Indonesia diprediksi mencapai 30 persen.

Redaktur: Andreas Tanjung

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.