Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wamen P2MI Menjajaki Penempatan Pekerja Migran dengan Dubes Belanda

📅 Selasa, 29 Apr 2025, 20:48 WIB | Oleh: Tim Penulis
Wamen P2MI Menjajaki Penempatan Pekerja Migran dengan Dubes Belanda Doc: ANTARA 
Ket. Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Christina Aryani (tengah), bersama Dubes Belanda untuk Indonesia di Jakarta, 29 April 2025.

JAKARTA – Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Christina Aryani, membahas peluang penempatan pekerja migran Indonesia, terutama di sektor kesehatan, hospitality, otomotif, dan konstruksi dengan Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Marc Gerritsen, di Jakarta, Selasa (29/4).

"Kami belum memiliki penempatan di Belanda dan saya yakin dengan bantuan Duta Besar, kita dapat mengambil peluang di sektor itu," kata dia kepada Gerritsen, seperti dikutip dalam siaran pers Kementerian P2MI.

Christina mengatakan bahwa Indonesia memiliki berbagai sekolah vokasi yang bisa menyediakan pekerja terampil di Belanda.

Dia mengungkapkan harapannya agar lulusan sekolah vokasi kesehatan Indonesia dapat memenuhi 10–20 persen kebutuhan pekerja migran sektor kesehatan di Belanda, yang memerlukan sekitar 266.000 pekerja hingga 2035.

"Saat ini, realisasi penempatan pekerja migran Indonesia sektor kesehatan ke Belanda masih sangat kecil dan didominasi sektor private-to-private," katanya.

Christina juga menjajaki penempatan pekerja sektor-sektor lain di Belanda.

"Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan agar penempatan pekerja migran Indonesia di Eropa lebih banyak dan bisa saja Belanda menjadi salah satu negara tujuan penempatan," kata dia.

Sementara itu, Gerritsen mengungkapkan bahwa pemerintah Belanda saat ini belum mencari pekerja migran secara aktif, meski negara itu mengalami kekurangan tenaga kerja.

Hal itu disebabkan adanya opini publik tentang pekerja migran yang menjadi perhatian khusus pemerintah Belanda.

Namun, Indonesia bisa masuk melalui skema business-to-business atau private-to-private yang menjadi bagian dari skema penempatan pekerja migran dari Kementerian P2MI.

Menurut Gerritsen, Belanda tengah mengembangkan industri semi konduktor untuk memproduksi cip.

"Kebutuhannya lebih ke enginering, IT, dan orang-orang yang berpengalaman. Ekosistem di industri ini juga aktif mencari talent dari berbagai negara, termasuk Indonesia untuk pelatihan atau belajar dan ini bisa menjadi peluang," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Rona
Nekat Bolos Wamil, Mino WIN...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.