- Home
-
- Megapolitan
-
- Jakbar: Hasil Evaluasi Nya...
Jakbar: Hasil Evaluasi Nyamuk Wolbachia Sudah Menyatu Dalam Populasi
Selasa, 29 Apr 2025, 15:39 WIBJAKARTA - Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat (Sudinkes Jakbar) menyebut hasil evaluasi terhadap penyebaran nyamuk wolbachia di wilayah Kelurahan Kembangan Utara dan Meruya Utara menunjukkan hewan pencegah demam berdarah dengue (DBD) ini sudah menyatu di dalam populasi.
Kepala Sudinkes Jakbar Erizon Safari menyebut bibit-bibit nyamuk yang telah disebar sejak Oktober 2024 telah menjadi sebagian populasi nyamuk di dua wilayah tersebut.
"Untuk Kembangan Utara kita sudah dapatkan 46 persen populasinya wolbachia. Kalau di Meruya Utara baru 36 persen," kata Erizon usai menyebar seribu lebih bibit nyamuk wolbachia di sekitar kantor Wali Kota Jakbar, Selasa.
Dengan populasi yang demikian, kata Erizon, maka penyebaran bibit nyamuk berwolbachia tetap dilakukan.
Pasalnya, dampak nyamuk wolbachia terhadap penurunan Demam Berdarah Dengue (DBD) mulai terlihat jika populasinya sudah di atas 60 persen.
"Nah karena masih di bawah 60 persen (Kembangan Utara dan Meruya Utara), kita masih tetap lakukan pembiaran. Nanti apabila hasil pembiarannya sudah 60 persen, kita hentikan. Demikian juga di kelurahan yang lain," ujar Erizon.
Namun demikian, kata Erizon, jika populasi nyamuk wolbachia sudah lebih dari 60 persen, maka bisa dikurangi dengan berbagai cara.
"Boleh dikasih obat nyamuk, boleh ditepuk, boleh diraket, segala macam. Kalau sudah terlalu banyak juga boleh diasap (fogging). Intinya seperti tadi, bagaimana nyamuk berwolbachia ini bisa menikah dengan nyamuk aedes aegypti lokal sehingga akan berkembang biak," ujar Erizon.
Lebih lanjut, pencegahan DBD dengan metode nyamuk wolbachia hanya pelengkap.
"Pemberantasan sarang nyamuk (PSN), misalnya dengan pengurasan bak mandi, pemberian abate atau larvasida masih perlu dilakukan," ucap Erizon.
Saat ini penyebaran bibit nyamuk berwolbachia mulai dilakukan di Kelurahan Kembangan Selatan dan Srengseng. Sudinkes dan "orang tua wali" yang sudah ditunjuk akan mengevaluasi pembibitan itu dua minggu sekali.
Diketahui, tren jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Jakarta Barat terus meningkat sejak awal 2025.
Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat (Sudinkes Jakbar) mencatat pada Januari 2025 terdapat 186 kasus DBD yang terlapor.
Jumlah itu terus bertambah pada Februari menjadi 211 kasus dan pada Maret menjadi 254 kasus. Hingga 10 April terdapat 53 kasus. Ant
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Deri Henriawan
Berita Terkait:
-
Oknum Prajurit TNI Terlibat Penganiayaan di Tangsel akan Dihukum
-
Petani Tersenyum, Pembeli Girang! Pasar Tani NTT Disambut Meriah
-
Line-Up Timnas Indonesia vs Tiongkok di Kualifikasi Piala Dunia 2026: Emil Audero Debut, Romeny Starter
-
Nyamuk Tidak Hidup di Islandia, Kok Bisa?
-
Jayapura Awasi Pembayaran Pajak secara Elektronik
-
GoodKnight Elektrik, Solusi Tidur Nyenyak Anak untuk Tumbuh yang Optimal
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.