Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Delegasi SSTC Kunjungi Kementan, Tertarik Belajar Pertanian Indonesia

📅 Minggu, 27 Apr 2025, 09:34 WIB | Oleh: Tim Penulis
Delegasi SSTC Kunjungi Kementan, Tertarik Belajar Pertanian Indonesia Doc: Antara Foto
Ket. Idha Widi Arsanti, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Program YESS menjadi contoh praktek baik yang patut ditiru oleh negara-negara lain.

Kementerian Pertanian (Kementan) menerima delegasi dari beberapa negara anggota Kerja Sama Selatan-Selatan dan Triangular (South-South and Triangular Cooperation/SSTC) dalam rangka kunjungan lapangan dan berdialog dengan petani muda Indonesia penerima manfaat Program Layanan Dukungan Kewirausahaan dan Ketenagakerjaan Pemuda (Youth Entrepreneurship and Employment Support Services/YESS) di Jawa Barat dan para mahasiswa Polbangtan Bogor.

Kementan dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu, menjelaskan, YESS adalah program Program Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan untuk mendorong generasi muda Indonesia mengembangkan sektor pertanian berbasis teknologi. 

Sebanyak 12 anggota delegasi dari India, Gambia, Papua Nugini, Kenya, dan Rwanda, turut serta dalam kegiatan tersebut.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman meyakini bahwa penerapan teknologi di sektor pertanian akan menarik minat generasi milenial dan Gen Z untuk terjun langsung ke lapangan dan mendorong ekonomi daerah.

“Petani milenial adalah kunci. Kalau generasi muda mau turun ke sawah, menggunakan teknologi dan pendapatannya menguntungkan, ini bisa menggerakkan ekonomi dari desa,” ujar Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menambahkan bahwa Program YESS menjadi contoh praktek baik yang patut ditiru oleh negara-negara lain.

“Ada banyak hal yang bisa dibawa pulang dan diterapkan oleh para delegasi. Mulai dari akses terhadap pasar, praktik baik, hingga strategi pemberdayaan anak muda dalam sektor pertanian yang telah kami jalankan melalui program YESS,” kata Idha.

Project Manager Program YESS Miko Harjanti menjelaskan bahwa YESS berperan sebagai penghubung antara institusi pendidikan dan sektor kerja, khususnya bidang pertanian.

Para peserta SSTC diajak mengunjungi Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor untuk melihat langsung Teaching Factory (TeFa), model pembelajaran berbasis produksi.

"Target pertama transisi pemuda pedesaan untuk bekerja. Di sini YESS menghubungkan institusi pendidikan ke dunia kerja maka peserta SSTC kita ajak ke Polbangtan, mereka melihat TeFA dan belajar bagaimana dukungan TeFa pada peserta didik. Setelah lulus, bisa bekerja di dunia pertanian," jelasnya.

Model pendidikan vokasi ini memperkuat keterampilan praktis mahasiswa agar siap terjun ke dunia usaha atau diserap langsung oleh sektor agribisnis. 

Pendekatan tersebut menjadi salah satu praktek baik yang ingin ditunjukkan kepada delegasi internasional agar bisa diadaptasi di negara masing-masing.

Pertanian menyenangkan

Anggota delegasi dari Kenya Maureen Maresi M'mbwanga menyampaikan kesan positifnya terhadap dukungan besar pemerintah Indonesia kepada generasi muda di sektor pertanian. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Timothy Ivan Triyono Mundur dari Bakom RI

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Luar Negeri
AS Kirim Dua Jet Tempur F-1...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.