Risk On Nyalakan Pasar, Tapi Rupiah Masih Ogah Gerak
Kamis, 24 Apr 2025, 09:41 WIBJAKARTA â Rupiah diperkirakan masih dalam tekanan berat saat ini karena dipengaruhi gejolak global akibat dipÂicu kebijakan tarif resiprokal dari pemerintahan Amerika Serikat (AS). Bahkan, rupiah tengah berada di posisi sulit.Â
Euforia aksi beli aset berisiko atau risk on di pasar ekuiÂtas gagal mendorong penguatan rupiah terhadap dollar AS. Di tengah pelemahan dollar AS beberapa waktu lalu, ruÂpiah ternyata tak mampu memanfaatkan momentum itu untuk menguat.
Analis Doo Financial Futures Lukman Leong melihat inÂvestor masih cenderung menunggu atau wait and see perÂkembangan lebih lanjut dari AS, khususnya kebijakan dan pernyataan Presiden Donald Trump. Karenanya, Lukman memproyeksikan kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perÂdagangan di pasar uang antarbank, Kamis (24/4), bergerak fluktuatif di kisaran 16.800-16.900 rupiah per dollar AS.
Sebelumnya, nilai tukar rupiah pada penutupan perdaÂgangan, Rabu (23/4), di Jakarta melemah sebesar 12 poin atau 0,07 persen dari sehari sebelumnya menjadi 16.872 ruÂpiah per dollar AS.
Analis Bank Woori Saudara Rully Nova menilai pelemahan nilai tukar rupiah disebabkan likuiditas perekonomian domesÂtik sangat ketat. âRupiah masih terus mengalami pelemahan sampai hari ini karena likuiditas perekonomian domestik saÂngat ketat atau âkurang darahâ, sehingga bisa berdampak pada stagnasi ekonomi,â ujarnya di Jakarta, Rabu (23/4).
Menurut dia, diperlukan terobosan kebijakan yang mampu meningkatkan likuiditas dan menggerakkan ekoÂnomi.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara, Muchamad Ismail
Berita Terkait:
-
Warga Diteror Ribuan Kutu Beras, Bulog Karawang Tindaklanjuti
-
Kemenpar Ajak Berwisata Melalui Liburan Cara Baru
-
Tradisi Jamasan Gangsa Wayang Orang Sriwedari
-
Dongkrak Transaksi Aset Kripto di Tengah Demam Bola, Pintu Gelar Kompetisi Trading
-
PP. PBVSI Targetkan Tim U-18 Indonesia Tembus Babak 4 Besar AVC Boys' Asia U18 Volleyball Championship 2026
-
Harga BBM Nonsubsidi Dinilai Sudah Layak Turun, Bisa Ringankan Beban Kelas Menengah dan Dongkrak Daya Beli
-
Dibayangi Eskalasi Geopolitik, 10 Agustus 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.