Kunjungi Kantor Kemendukbangga, Delegasi Pakistan Pelajari Program KB

Kamis, 24 Apr 2025, 21:48 WIB

JAKARTA - Delegasi dari Pakistan mempelajari tentang Program Keluarga Berencana (KB) ke Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN dalam rangkaian kegiatan South-South Triangular Cooperation (SSTC) yang merupakan kolaborasi kementerian itu dengan Dana Kependudukan PBB (UNFPA).

Selama kurang lebih satu minggu, Pakistan dan Indonesia akan saling berbagi praktik baik tentang kependudukan dan pembangunan keluarga.

Ket. Foto: Delegasi Pakistan mengunjungi Kantor Kemendukbangga/BKKBN di Jakarta untuk mempelajari dinamika dan isu-isu yang berkaitan dengan program Keluarga Berencana (KB) pada Senin (21/4). — Sumber: ANTARA/HO-Kemendukbangga/BKKBN

Direktur Jenderal Kependudukan, Kementerian Layanan Kesehatan Nasional, Regulasi dan Koordinasi Islamabad, Dr Soofia Yunus dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis, menyampaikan tujuan dari kunjungan delegasi Pakistan adalah untuk mempelajari dan memahami dinamika serta isu-isu yang berkaitan dengan program Keluarga Berencana (KB).

"Tujuan kegiatan ini bagaimana Indonesia mengintegrasikan layanan KB dalam sistem kesehatan dan skema jaminan kesehatan masyarakat, pemanfaatan sumber daya lokal dalam pelayanan kesehatan reproduksi, kunjungan ke fasilitas kesehatan dan kunjungan ke masyarakat," ujar dia.

Sementara itu, Sekretaris Kemendukbangga/BKKBN Budi Setiyono yang menerima secara langsung 10 orang delegasi dari negara Pakistan tersebut menyampaikan secara umum bagaimana Indonesia mengelola dinamika kependudukan, mendorong kesejahteraan keluarga yang telah dibentuk selama puluhan tahun, sehingga program KB Indonesia diakui secara global atas dampak dan keberlanjutannya.

"Pencapaian ini bukan hasil dari upaya tunggal, melainkan kolaborasi dari berbagai sektor sehingga dapat mendorong keberhasilannya secara global," ucapnya.

Ia menyebutkan, keberhasilan program KB didukung empat pilar utama, yaitu dukungan politik dan pemerintah, program dan manajemen yang solid, melibatkan pemangku kepentingan, serta kemitraan dengan sektor swasta.

"Yang menjadi kunci keberhasilan dari program yaitu melibatkan pemangku kepentingan terkait. Keberhasilan program KB berkat kerja keras semua pihak," katanya. Ant

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.