CEO Danantara: Saham Perbankan RI Masih di Bawah Harga Wajar

Selasa, 19 Mei 2026, 14:46 WIB

JAKARTA - Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Roeslani menilai saham-saham perbankan di Bursa Efek Indonesia (BEI) saat ini berada pada level undervalued (di bawah harga wajar) dengan nilai Price to Book Value (PBV) masih di bawah 1 kali.

Dalam kondisi normal, ia menjelaskan valuasi saham-saham sektor perbankan seharusnya dapat berada pada kisaran di atas 2 hingga 3 kali PBV.

Ket. Foto: (kiri-kanan) CEO Danantara Rosan Roeslani, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, COO Danantara Dony Oskaria, Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna dan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad berkunjung ke area Main Hall BEI, Jakarta, Selasa (19/5/2026) — Sumber: ANTARA

“Apalagi kalau kita lihat perbankan, dari Price to Book-nya itu below 1, di bawah 1, dimana kalau keadaan normal itu above 2, above 3. Jadi definitely there’s a potential upside,” ujar Rosan dalam konferensi pers di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (19/5).

Dalam kesempatan ini, Rosan menegaskan volatilitas naik dan turunnya harga di pasar saham merupakan hal yang wajar.

Di sisi lain, ia memastikan bahwa secara fundamental kondisi emiten-emiten di pasar modal Indonesia tercatat solid dan memiliki potensi imbal hasil yang menarik.

“Jadi, kami dari Danantara melihat ini memang di bursa pasti ada up and down. Tapi kalau kita lihat dari fundamental perusahaan, ini baik, mempunyai yield yang tinggi, pricing saat ini sangat baik,” ujar Rosan.

Rosan mengatakan keyakinan tersebut juga sejalan dengan perkembangan positif jumlah investor ritel di pasar modal Indonesia.

Ia mengungkapkan, jumlah investor ritel kini telah mencapai 26-27 juta investor, atau tumbuh signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran 20 juta investor, atau bertambah sekitar 6 juta investor.

Menurutnya, kenaikan tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan terhadap prospek pasar modal Indonesia ke depan.

“Logikanya peningkatan ini terjadi karena investor kita yakin bahwa bursa kita makin baik ke depannya dan promising. Kalau tidak, seharusnya jumlah investor justru turun. Kalau melihat bursa ini tidak ada prospek, ya logikanya seperti itu,” ujar Rosan.

Ia mengatakan, pertumbuhan investor tidak terlepas dari upaya edukasi yang terus dilakukan oleh BEI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), khususnya kepada investor domestik dan kalangan muda yang pertumbuhannya dinilai cukup signifikan.

Menurutnya, edukasi tersebut penting untuk memberikan pemahaman bahwa investasi di pasar modal merupakan instrumen jangka menengah hingga panjang yang dapat memberikan imbal hasil yang baik sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi.

“Investasi di pasar modal ini adalah investasi baik menengah, panjang, yang bisa menghasilkan suatu return yang baik dan bisa menghasilkan pertumbuhan kita yang terus berkembang,” ujar Rosan.

Data penutupan perdagangan sesi I di BEI pada Selasa (19/05), IHSG ditutup melemah 202,97 poin atau 3,08 persen ke posisi 6.396,27. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 13,67 poin atau 2,10 persen ke posisi 637,42.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.731.057 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 27,96 miliar lembar saham senilai Rp15,13 triliun. Sebanyak 96 saham naik, 611 saham menurun, dan 107 tidak bergerak nilainya.

Pada Selasa (19/5), Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad bersama jajaran pejabat Danantara Indonesia melakukan kunjungan ke Gedung BEI.

Dalam kunjungan tersebut CEO Danantara Rosan Roeslani didampingi Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria, serta disambut oleh Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi dan perwakilan BEI, Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna.

  • CEO Danantara

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Desentralisasi Hanya Berjalan Secara Administratif Tapi Lemah Secara Fiskal

Hati-hati, Pemerintah Jangan Terjebak Beban Cicilan Utang yang Beratkan APBN

Nyaris Tersingkir! Bimo/Arlya Selamatkan 4 Match Point Sebelum Buat Keajaiban di BWF World Championships 2026!

Pembangunan Jakarta Harus Perkuat Identitas

Timnas Putri U16 Lolos Semifinal Srikandi Merdeka Cup 2026 Usai Tekuk Hongkong 1-0

Flores Diguncang 2.403 Gempa Susulan, BMKG Ingatkan Warga Waspada

Xi: Warisan Jiang Zemin jadi Arah Perjalanan Baru Tiongkok yang Berkesinambungan

Flores Belum Aman! Ribuan Gempa Susulan Masih Beruntun Guncang NTT Usai Gempa M 7,7!

Ambisi Semikonduktor Nasional Terhalang Ekosistem Industri

DPR Dorong Relokasi Anggaran untuk Tangani Dampak Gempa NTT

Trump Ancam Bombardir Oman jika Ganggu Kesepakatan AS-Iran

Singapura dan Hong Kong Perkuat Ambisi Jadi Pusat Perdagangan Emas

Infantino Kehilangan Orang Kepercayaan Saat Tekanan di FIFA Meningkat

Serena dan Venus Williams Kembali Bertanding di Nomor Ganda, Kalah Dramatis di Cincinnati Open

Tiga Gunung Api Erupsi Malam Ini, Masyarakat Diminta Waspada

Perseteruan di Federasi Sepak Bola Asia Makin Panas, Presiden AFC Kecam Qatar

Unggulan Tumbang, Peluang Jonatan dan Alwi di Kejuaraan Dunia BWF 2026 Makin Terbuka

Liga Inggris Akan Publikasikan Evaluasi Independen Keputusan Wasit dan VAR Setiap Pekan

Mendekati Horor, The X-Files: I Want to Believe Dirilis Ulang dalam Director’s Cut R-Rated, Lebih Gelap dari Versi 2008

Desa-desa Hantu di Irak: ISIS Mengusir Warga, Kini Musuh Baru Mencegah Penduduk Pulang Kembali

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.