Sejumlah Pemimpin Dunia Bakal Hadiri Pemakaman Paus Fransiskus
📅 Rabu, 23 Apr 2025, 01:05 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: ANTARA/Rizal Hanafi
JAKARTA - Tahta Suci Vatikan dalam pernyataan resminya menyatakan Paus Fransiskus yang meninggal pada Senin (21/4) akan dimakamkan pada Sabtu, 26 April 2025 pukul 10.00 waktu setempat atau sekitar pukul 15.00 WIB. Keputusan tersebut disampaikan usai pertemuan para kardinal pada Selasa pagi, sementara konklaf untuk memilih Paus baru akan dimulai pada 5 Mei 2025.
Paus Fransiskus wafat dalam usia 88 tahun setelah sempat dirawat selama 38 hari di rumah sakit karena bronkitis yang kemudian berkembang menjadi pneumonia ganda. Setelah kembali dari rumah sakit, Pemimpin Umat Katolik dunia itu masih beberapa kali tampil di depan publik, termasuk ketika memberikan berkat dan menyapa umat pada misa Minggu Paskah (20/4), sehari sebelum kematiannya.
Menurut keterangan dokter Vatikan, pemimpin tertinggi Gereja Katolik itu meninggal dunia karena stroke yang menyebabkan kondisinya koma dan gagal jantung.
Sejumlah pemimpin dunia, di antaranya Presiden AS Donald Trump, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy telah mengonfirmasi kehadiran mereka dalam upacara pemakaman Paus Fransiskus.
Sementara dari Indonesia, Uskup Bandung Mgr. Antonius Subianto Bunjamin dipastikan akan berangkat ke Vatikan untuk menghadiri prosesi pemakaman Paus Fransiskus.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Yang sudah pasti akan berangkat adalah Bapak Uskup Bandung, Mgr. Antonius Benyamin Subianto,” kata Kardinal Ignatius Suharyo saat ditemui di Jakarta, Selasa.
Menurut Kardinal Suharyo, Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) juga berencana hadir dalam pemakaman, namun keikutsertaannya masih menunggu kepastian ketersediaan tiket penerbangan.
“Karena ini sangat mendesak, pemakaman hari Sabtu berarti harus berangkat hari Kamis (24/4). Kalau tidak ada tempat di pesawat, ya akan terlambat sampai ke sana,” ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kehadiran perwakilan Indonesia dalam prosesi pemakaman dinilai sebagai bentuk penghormatan terhadap Paus Fransiskus, yang memiliki kedekatan emosional dengan umat Katolik di Tanah Air.
Menurut Suharyo, duka atas wafatnya Paus Fransiskus tak hanya dirasakan oleh umat Katolik, tetapi juga oleh masyarakat lintas agama di Indonesia. Bahkan banyak orang yang merasa sangat diberkati oleh kehadiran Paus Fransiskus, khususnya saat kunjungan ke Indonesia pada September lalu.
Ia mengaku bahwa panitia penyambutan Paus Fransiskus saat itu masih terus menjaga komunikasi hingga sekarang mengingat beliau bukan hanya pemimpin gereja Katolik, tetapi tokoh kemanusiaan dunia.
“Atas nama umat Katolik di Indonesia, saya dengan tulus menyampaikan terima kasih, juga kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto dan para pemimpin bangsa lainnya yang telah menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Paus Fransiskus,” kata Suharyo.
Bagi Kardinal, kehadiran dan empati para pemimpin bangsa menjadi penghiburan bagi umat Katolik yang merasa kehilangan sosok pemimpin besar Gereja Katolik dunia itu, dan meneguhkan keyakinan bahwa semua mewarisi nilai-nilai kemanusiaan yang pantas dilanjutkan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!