Perjuangan Mengejar Impian di Film 'Anak Medan: Cocok Ko Rasa'
📅 Rabu, 23 Apr 2025, 16:46 WIB | Oleh: Opik
Doc: (ANTARA/Sri Dewi Larasati)
JAKARTA - Film "Anak Medan: Cocok Ko Rasa" dari rumah produksi PIM Pictures menyuguhkan drama komedi, perjuangan mengejar impian dan sentuhan persahabatan.
Dipoduseri oleh Agustinus Sitorus dan sutradara Ivan Bandhito, film ini bercerita mengikuti persahabatan empat anak Medan bernama Ucok (Maell Lee), Joko (Ady Sky), Rafly (Ajil Dito) dan Chisa (Mario Maulana Hazar) yang bersahabat sejak SMA.
Namun, saat perayaan kelulusan ada insiden yang menimpa Rafly sehingga membuatnya harus menjauh dari ketiga sahabat dekatnya, sesuai dengan permintaan dari orang tua.
Mereka pun melanjutkan perjuangannya masing-masing. Ucok memutuskan merantau ke Jakarta mengejar impiannya menjadi penyanyi pergi meninggalkan keluarga serta teman-temannya di Medan. Dirinya harus berjuang bertahan hidup di perantauan, hingga terlibat pinjol.
Di sisi lain, Joko mengejar mimpinya menjadi pemain sepakbola, Chisa belajar menjadi pengusaha meneruskan bisnis keluarga dan Rafly sempat hilang kabar.
Sebaiknya Anda baca juga:
Empat tahun berlalu, mereka kembali dipertemukan di Medan dalam sebuah reuni yang menjadi awal dari tantangan baru, diwarnai dengan konflik, di mana persahabatan mereka diuji oleh berbagai cobaan hidup.
"Anak Medan: Cocok Ko Rasa" menyajikan cerita yang tidak hanya menyentuh, tetapi juga menghibur. Menyuguhkan dilema yang berkaitan dengan pertemanan serta dihadapkan pilihan antara harapan keluarga dan impian pribadi.
Film berdurasi 111 menit itu, menggambarkan drama yang dekat dengan anak muda seperti impian yang terkubur, hubungan yang terpisah, perasaan rindu dan kekecewaan, yang dibalut dengan bumbu komedi melalui dialog khas anak-anak Medan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Karakter Ucok menjadi fokus utama dalam film ini, bagaimana penggambaran keteguhan anak muda yang berjuang untuk meraih impian yang dihadapkan dengan realita kehidupan dalam perantauan yang umumnya lekat dengan situasi drama.
Maell Lee yang memerankan Ucok sebagai karakter utama cukup baik dalam membawa pengambaran 'anak Medan' dalam cara penyampaiannya yang terkenal tegas. Penonton juga akan dibuat gemas dengan tingkah polahnya dan celetukan yang memasukkan sejumlah unsur komedi yang lumayan mencairkan suasana.
Dari "Anak Medan: Cocok Ko Rasa" penonton juga akan diperlihatkan bagaimana kebersamaan hingga solusi memecahkan masalah,film ini seakan ingin memberi tahu bahwa peran sahabat yang penuh arti.
Empat sekawan dengan segala bentuk latar belakang mereka yang ada, yang juga dibawakan Ady Sky, Ajil Dito dan Mario Maulana Hazar membangun chemistrynya baik. Sayangnya, penggambaran dari ketiga karakter tersebut terlalu kurang didalami di beberapa segmen.
Hal ini juga dibawakan dengan dialek bahasa Medan, cukup bisa dipahami perkataan dan komedi di dalamnya. Tak hanya itu, penonton ju ga akan disuguhkan penggambaran dari dua kota besar yakni Jakarta dan Medan, yang masing-masing membentuk latar emosional.
Menurut produser sekaligus salah satu penulis di film ini, Agustinus Sitorus mengatakan memilih Medan sebagai latar karena kota ini memiliki karakter yang kuat, penuh dinamika sosial dan ekonomi yang menggambarkan perjuangan hidup anak muda, terutama bagi mereka yang merantau.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!