Museum NTB Gelar Lomba Cerdas Cermat dan Arkeolog Cilik

Senin, 21 Apr 2025, 19:37 WIB

MATARAM - Museum Negeri Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali menggelar ajang tahunan lomba cerdas cermat dan arkeolog cilik untuk meningkatkan pengetahuan dan kecintaan generasi muda terhadap sejarah, budaya, dan warisan lokal yang tersimpan di museum.

Kepala Museum NTB Ahmad Nuralam di Mataram, Senin (21/4), mengatakan ajang itu merupakan bagian dari upaya strategis untuk mendekatkan museum kepada masyarakat, terutama generasi muda.

Ket. Foto: Sejumlah siswa sekolah menengah pertama beradu wawasan sejarah dan budaya dalam ajang lomba cerdas cermat di Museum NTB, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Senin (21/4). — Sumber: ANTARA/HO-Museum NTB

"Kami ingin museum menjadi ruang belajar yang menyenangkan. Melalui lomba itu kami berharap siswa lebih akrab dengan koleksi dan cerita sejarah yang ada di NTB," ujarnya.

Nuralam menuturkan lomba cerdas cermat tahun ini bukan hanya sekedar lomba tetapi juga bagian dari upaya membangun generasi muda yang cerdas, berbudaya, dan memiliki wawasan kebangsaan yang kuat.

Menurutnya, lomba cerdas cermat merupakan salah satu bentuk nyata peran museum dalam dunia pendidikan.

"Kami ingin museum menjadi ruang belajar yang menyenangkan sekaligus membentuk karakter generasi muda agar mencintai budaya sendiri dan siap menjadi bagian dari dunia global," kata Nuralam.

Pada 2025 ajang perlombaan cerdas cermat Museum NTB diikuti 54 peserta dari tingkatan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang berasal dari sembilan kabupaten/kota di provinsi itu. Para peserta yang mengikuti lomba adalah siswa-siswi yang terpilih dari seleksi lomba cerdas cermat museum di tingkat kabupaten/kota.

Plt Kasi Layanan Edukasi Museum NTB Raden Heru Indriawan menyampaikan kegiatan cerdas cermat berlangsung selama tiga hari ke depan dengan rangkaian acara mulai dari pembukaan, babak penyisihan, hingga babak final.

Para peserta juga diajak untuk belajar arkeologi. Langkah itu sebagai strategi museum untuk mengajak siswa belajar sambil melakukan praktik, sehingga rangkaian kegiatan itu dapat menjadikan generasi sebagai pewaris dalam pelestarian dan perlindungan sejarah dan kebudayaan.

Ketua Panitia Arkeolog Cilik Museum NTB Salsabila Luqiana menyampaikan NTB memiliki banyak peninggalan artefak-artefak yang masih tertanam dan belum diteliti.

Menurutnya, perlombaan cerdas cermat yang disandingkan dengan ajang arkeologi cilik menjadi kesempatan bagi pelajar untuk mengenal sejarah dan warisan budaya secara lebih dekat.

"Arkeologi cilik sebagai media untuk memperkenalkan ilmu humaniora kepada mereka dan teman-temannya," kata Salsabila.

Dalam lomba cerdas cermat Museum NTB tersebut sekolah-sekolah terpilih untuk bersaing di tingkat provinsi, antara lain SMPN 2 Dompu, SMPN 4 Kota Bima, SMPN 2 Praya, SMP 4 Manggalewa, SMPN 1 Sumbawa, SMPN 1 Praya, SMPN 1 Parado, MTsN 1 Kota Bima, SMPN 1 Moyo Hulu, SMPN 1 Monta, SMPN 2 Mataram, SMP Aletheia, SMPN 3 Lingsar, SMPN 1 Selong, SMPN 1 Narmada, MTs Temempang Sumbawa Barat, SMPN 1 Aikmel, hingga SMPN 3 Taliwang. Ant

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.