- Home
-
- Megapolitan
-
- BPBD Kota Tangerang Petaka...
BPBD Kota Tangerang Petakan Tiga Zona Wilayah Potensi Dampak Kekeringan
Rabu, 05 Agu 2026, 10:36 WIBTANGERANG â Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang, Banten, telah memetakan tiga zona pengawasan wilayah potensi terdampak kekeringan hasil kajian hidrometeorologi untuk kemudian mendapat penanganan lebih cepat dan tepat sasaran. Â
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, di Tangerang, Rabu (05/8), mengatakan zona pertama, meliputi Kecamatan Batuceper, Neglasari dan Cipondoh yang menjadi perhatian utama dalam kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau. Â
Sementara zona kedua mencakup wilayah Kecamatan Jatiuwung dan Cibodas. Lalu zona ketiga meliputi Kecamatan Pinang, Ciledug dan Karang Tengah. Â
"Untuk wilayah yang telah ditetapkan masuk dalam zona, menjadi prioritas untuk dipantau secara berkala dari kondisi ketersediaan air maupun potensi kebakaran," kata Mahdiar dalam keterangannya. Â
Selain melakukan pemantauan wilayah, Pemkot Tangerang juga telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi. Unsur TNI melalui Koramil menyiapkan delapan unit mobil tangki air bersih yang siap didistribusikan kepada masyarakat apabila terjadi kekeringan. Â
Sementara itu, Polres Metro Tangerang Kota menyiagakan 95 personel di seluruh Polsek beserta kendaraan Armoured Water Cannon (AWC) untuk mendukung penanganan kebakaran. Â
âDi sektor pelayanan air bersih, Perumda Tirta Benteng memastikan pasokan air bagi masyarakat tetap aman. Saat ini sekitar 99 persen sumber air baku masih mengandalkan Sungai Cisadane. Meski debit air mengalami penurunan sekitar lima persen akibat musim kemarau, kualitas dan ketersediaannya masih mencukupi kebutuhan pelanggan,â jelas Mahdiar.Â
Sebagai bentuk kesiapan infrastruktur, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang juga menyiapkan 30 unit tandon air yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung distribusi air bersih sekaligus membantu penanganan kebakaran. Â
âSelain itu, jaringan hydrant di berbagai wilayah terus dipastikan berfungsi optimal untuk mendukung perlindungan permukiman dan fasilitas umum,â katanya. Â
Berdasarkan hasil analisis BMKG, Kota Tangerang masih berada dalam periode musim kemarau dengan curah hujan yang diprediksi rendah hingga September 2026.
"Fenomena El Nino yang masih aktif turut meningkatkan potensi terjadinya kekeringan meteorologis di sejumlah wilayah, sehingga diperlukan kewaspadaan dari seluruh elemen masyarakat," kata dia.
- BPBD Kota Tangerang
- Terdampak Kekeringan
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Probolinggo Diguyur Bansos Senilai Rp16 Miliar, Gubernur Khofifah Bawa Kabar Bahagia di Bulan Ramadhan, Cek Daftar Penerimanya
-
Jaringan AgenBRILink di Region 8 Jakarta 3 Capai 36 Ribu Titik, BRI Perkuat Inklusi Keuangan.
-
Ratusan Wanita dan Anak-anak yang Diculik Kelompok Boko Haram Dibebaskan
-
Jejak Aktivitas Vulkanik Gunung Salak
-
MPR Nilai MBG dan Sekolah Rakyat Bakal Dorong Pertumbuhan Ekonomi Rakyat
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.