Sedimentasi Lumpuhkan Irigasi, Pemerintah Gorontalo Bangun 16 Titik Air Tanah untuk Petani.

Rabu, 05 Agu 2026, 11:05 WIB

Pemerintah Gorontalo menyiapkan pembangunan 16 titik irigasi air tanah di Desa Taluduyunu, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato.

Irigasi itu untuk membantu petani mengatasi krisis air akibat sedimentasi saluran irigasi, yang menyebabkan lebih dari seribu hektare sawah tidak dapat ditanami.

Ket. Foto: Kondisi irigasi di Desa Taluduyunu, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato, Selasa (4/8). — Sumber: Antara Foto

Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail saat meninjau daerah irigasi Taluduyunu, Selasa, mengatakan pembangunan 16 titik irigasi air tanah akan dilaksanakan oleh Balai Wilayah Sungai Sulawesi II pada 2026.

Satu jaringan irigasi air tanah diperkirakan mampu mengairi lahan sawah seluas 10 hingga 12 hektare.

"Karena di situ luasan sawahnya lebih dari seribu hektare maka akan kami usulkan untuk ditambah lagi agar seluruh lahan bisa ditanami. Saya minta kepada masyarakat tolong bersabar, kita pikirkan bersama dan saya sudah menemukan caranya seperti tadi itu," katanya. 

Menurut Gusnar, pembangunan irigasi air tanah menjadi solusi jangka pendek agar petani tetap dapat mengolah sawah di tengah terganggunya fungsi saluran irigasi akibat sedimentasi.

Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga keberlangsungan musim tanam, sambil menunggu penanganan permanen terhadap jaringan irigasi.

Selain membangun irigasi air tanah, Pemerintah Provinsi Gorontalo juga menyiapkan normalisasi daerah irigasi Taluduyunu melalui pengerukan saluran.

Upaya tersebut dilakukan untuk mengembalikan fungsi saluran irigasi sekaligus mengurangi sedimentasi yang terus berulang.

"Kita rencanakan yang matang untuk normalisasi saluran irigasi Taluduyunu ini agar ketika hujan tidak terjadi lagi sedimentasi. Saya memahami perasaan masyarakat yang di situ tidak bisa menanam, tapi itulah kondisinya," katanya.

Ia mengatakan normalisasi saluran memerlukan perencanaan yang matang agar hasilnya dapat bertahan dalam jangka panjang.

Pemerintah daerah juga akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mempercepat pelaksanaan pekerjaan tersebut, sehingga persoalan irigasi di Taluduyunu dapat ditangani secara menyeluruh.

Pemerintah Provinsi Gorontalo berharap pembangunan 16 titik irigasi air tanah dan normalisasi saluran irigasi dapat memulihkan produktivitas lebih dari seribu hektare lahan sawah di Taluduyunu, sehingga aktivitas pertanian masyarakat kembali berjalan normal.

  • Irigasi Air Tanah

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Yebdi Trismar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.