Wali Kota Kupang Kenalkan Konsep 'Tolak, Lari, dan Cerita' untuk Cegah Kekerasan Seksual.

Rabu, 05 Agu 2026, 10:52 WIB

Pemerintah Kota Kupang mengenalkan konsep "Tolak, Lari, dan Cerita" kepada pelajar sekolah menengah pertama melalui rangkaian kunjungan edukasi sebagai bagian dari upaya pencegahan kekerasan seksual terhadap anak.

Wali Kota Kupang Christian Widodo di Kupang, Rabu, mengatakan kegiatan yang berlangsung pada 4–7 Agustus 2026 tersebut merupakan langkah nyata memperkuat perlindungan terhadap anak melalui edukasi dan pembinaan karakter.

Ket. Foto: Wali Kota Kupang Christian Widodo (tengah) dalam Roadshow Tim Penggerak PKK Kota Kupang di UPTD SMP Negeri 1 Kupang, Selasa (4/8/2026), untuk mengedukasi pelajar tentang pencegahan kekerasan seksual. — Sumber: Antara Foto

"Kunjungan edukasi ini bukan sekadar sosialisasi rutin, melainkan langkah nyata dalam membentengi masa depan anak-anak sebagai penentu arah bangsa di masa depan," katanya.

Menurut Christian, para pelajar dibekali konsep "Tolak, Lari, dan Cerita" sebagai langkah sederhana melindungi diri ketika menghadapi potensi kekerasan seksual.

"Tubuh kalian adalah milik kalian sendiri. Jika ada bagian tubuh yang disentuh dan membuat kalian merasa tidak nyaman, harus berani menolak, segera lari, dan ceritakan kepada orang tua, guru, atau orang dewasa yang dipercaya. Jangan pernah dipendam sendiri," ujarnya.

Panitia pelaksana Yeni Aman mengatakan kegiatan tersebut menyasar pelajar usia 12–15 tahun yang berada pada masa transisi fisik, psikologis, dan sosial sehingga memerlukan penguatan pengetahuan mengenai perlindungan diri.

Rangkaian kunjungan edukasi dilaksanakan di SMPN 1, SMPN 2, SMPN 3, SMPN 11, SMPK Assumpta, MTs Muhammadiyah, dan SMP Adhyaksa Kota Kupang dengan menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Kota Kupang, tim psikolog, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Yayasan Kita Madani Kota Kupang.

Selain edukasi pencegahan kekerasan seksual, peserta juga memperoleh materi mengenai kesehatan reproduksi dan gizi remaja, kesehatan mental, pencegahan perundungan, literasi keuangan, bahaya pinjaman daring ilegal, judi daring, investasi bodong, serta literasi digital dan etika bermedia sosial.

Yeni berharap kegiatan tersebut mampu membentuk pelajar yang lebih tangguh, memiliki kesadaran melindungi diri, bijak memanfaatkan teknologi, serta terhindar dari berbagai bentuk kekerasan maupun perilaku berisiko.

  • Pencegahan Kekerasan Seksual

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Yebdi Trismar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.