Demi Ekonomi Kerakyatan, Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 41 Triliun per Desember 2025

Jumat, 09 Jan 2026, 22:10 WIB

JAKARTA- Bank Mandiri terus memperkuat sektor produktif serta mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan. Melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), bank dengan kode perdagangan saham BMRI itu secara aktif memperluas akses pembiayaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menjadi pilar utama perekonomian nasional.

Langkah ini sejalan dengan Asta Cita Pemerintah Presiden Prabowo, khususnya dalam mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan ketahanan ekonomi nasional.

Ket. Foto: Suasana masyarakat bertransaksi di Pasar Terapung, Banjarmasin, Kalimantan Selatan baru-baru ini — Sumber: istimewa

Sepanjang 2025, Bank Mandiri telah menyalurkan KUR sebesar 40,99 triliun rupiah kepada 355.658 pelaku UMKM di seluruh Indonesia. Dari sisi kualitas, portofolio KUR Bank Mandiri tetap terjaga di level optimal, dengan tingkat kredit bermasalah dibawah 1 persen. 

Direktur Utama Bank Mandiri Riduan mengatakan, penyaluran tersebut sebagai bukti nyata sinergi antara pemerintah, perbankan, dan sektor usaha dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi berbasis rakyat.

“Dukungan KUR ini bukan hanya tentang pembiayaan, tetapi juga tentang pemberdayaan. Melalui akses modal yang lebih luas, kami ingin membantu pelaku UMKM memperkuat kapasitas produksi, memperluas lapangan pekerjaan, dan meningkatkan daya saing. Inilah wujud Sinergi Majukan Negeri yang kami jalankan secara berkelanjutan,” kata Riduan dalam keterangan resminya, Kamis (8/1 ). 

Penyaluran KUR bank dengan logo pita emas itu juga menjadi selaras dengan fokus pemerintah untuk membangun ekonomi kerakyatan. Hal ini terefleksikan dari penyaluran KUR sepanjang 2025 yang didominasi oleh sektor produksi sebesar 61,54 persen atau senilai 25,13 triliun rupiah.

Secara rinci, sektor pertanian sebagai pilar ketahanan pangan nasional menyerap pembiayaan sebesar 12,75 triliun rupiah atau setara 31,23 persen dari total penyaluran KUR Bank Mandiri. Selanjutnya, sektor jasa produksi tercatat sebesar 8,76 triliun rupiah atau 21,45 persen, sektor industri pengolahan 3,03 triliun rupiah atau 7,43 persen, serta sektor perikanan sebesar 562 miliar rupiah atau 1,38 persen.

“Melalui skema pembiayaan yang berkelanjutan ini, kami berkomitmen untuk berperan aktif dalam mendorong pergerakan perekonomian nasional, khususnya pada sektor produksi,” kata Riduan.

Lebih lanjut, dalam upaya menjaga kualitas penyaluran KUR, Bank Mandiri menerapkan pendekatan pembiayaan berbasis ekosistem yang terintegrasi dengan nasabah turunan wholesale, khususnya pada sektor-sektor produksi unggulan di berbagai daerah. 

Melalui strategi closed-loop, sinergi antara nasabah wholesale, pelaku UMKM, dan mitra usaha dalam satu rantai nilai terus dioptimalkan guna meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan bisnis.

Agen Laku Pandai

Selain itu, Bank Mandiri konsisten melayani kebutuhan transaksi harian dan pembayaran angsuran debitur KUR melalui Mandiri Agen (Agen Laku Pandai Mitra Bank Mandiri) yang tersebar di berbagai ekosistem bisnis pelaku UMKM. Program ini turut dibarengi dengan edukasi layanan keuangan dan literasi digital agar pelaku usaha dapat mengelola keuangan secara inklusif dan modern.

Ke depan, Bank Mandiri siap mendukung upaya pemerintah dalam mengakselerasi penyaluran KUR pada tahun 2026. Komitmen tersebut dijalankan melalui penguatan strategi pembiayaan berbasis ekosistem, lewat sinergi antar Mandiri Group yang terintegrasi.

Riduan menilai, program yang diorkestrasi oleh pemerintah ini diyakini dapat memberikan nilai tambah bagi kinerja perseroan. Dengan pertumbuhan bisnis yang sejalan dengan penguatan sektor riil, Bank Mandiri diharapkan dapat terus meningkatkan daya saing, memperkuat fundamental usaha, serta tumbuh secara berkelanjutan sebagai bank nasional yang unggul.

“Melalui kolaborasi yang erat dengan pemerintah serta dukungan ekosistem yang terdigitalisasi, kami memastikan penyaluran KUR dapat dilakukan secara tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. UMKM yang tangguh akan menciptakan lapangan kerja yang lebih luas dan menjadi fondasi bagi ketahanan pangan serta kesejahteraan nasional,” pungkas Riduan.

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: Vitto Budi

Berita Terbaru

Antisipasi Gempa Susulan, Misa Digelar di Halaman Gereja

ISPA Jadi Keluhan Terbanyak di Pengungsian Gempa NTT, Posko Kesehatan Disiagakan

Kemarau Panjang, Debit Situ Cileunca Menyusut dan Ganggu Pasokan Air Bersih Bandung Raya

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.