Khofifah: Perempuan Pilar Ketangguhan Bangsa di Tengah Krisis
📅 Senin, 21 Apr 2025, 10:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Biro Adpim Jatim
SURABAYA - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa menegaskan perempuan memiliki peran strategis sebagai penjaga stabilitas sosial, ekonomi, dan psikologis keluarga, terlebih di tengah ketidakpastian global akibat konflik, krisis ekonomi, dan perubahan iklim.
“Perempuan hari ini bukan hanya simbol emansipasi, tetapi juga aktor utama dalam menjaga ketahanan bangsa yang dimulai dari keluarga,” ujar Khofifah dalam peringatan Hari Kartini di Surabaya, Senin (21/4).
Dia mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya perempuan, untuk meneladani semangat juang Raden Ajeng Kartini dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.
Menurut dia, perempuan terutama para ibu memiliki peran kunci sebagai manajer ekonomi keluarga. Dalam situasi sulit, perempuan dinilai mampu menyusun strategi pengeluaran, mencari alternatif pendapatan, hingga mengembangkan usaha mikro dari rumah.
“Perempuan membuktikan bahwa kemandirian dan kreativitas bisa tumbuh dalam keterbatasan,” katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Khofifah juga menyoroti kontribusi perempuan dalam mendukung ketahanan pangan keluarga. Mulai dari pengelolaan konsumsi, pemanfaatan lahan pekarangan untuk bercocok tanam, hingga penerapan pola hidup hemat energi.
“Dalam tekanan yang tinggi, perempuan hadir sebagai pelindung emosional, penyemangat, sekaligus pendidik nilai-nilai kehidupan bagi anak-anak,” ujarnya.
Di era digital, lanjut Khofifah, perempuan berperan sebagai garda informasi dalam keluarga. Mereka memiliki peran penting dalam membangun literasi digital, menyaring informasi yang masuk, serta membimbing anggota keluarga agar tidak terjerumus dalam disinformasi atau budaya instan.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Kecakapan perempuan hari ini adalah kombinasi antara kearifan lokal dan kecanggihan digital,” ucapnya.
Khofifah juga mengapresiasi kiprah perempuan di Jawa Timur yang aktif dalam gerakan sosial berbasis komunitas, termasuk kegiatan politik, koperasi, hingga penanganan bencana.
“Ini membuktikan bahwa kekuatan perempuan tidak hanya ada di ranah domestik, tetapi juga di ruang-ruang publik,” katanya.
Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat program pemberdayaan perempuan melalui pelatihan, akses pembiayaan usaha mikro, pendampingan digital, hingga perlindungan sosial bagi ibu dan anak.
“Semangat Kartini adalah semangat untuk bangkit, berdikari, dan tidak menyerah pada zaman. Dalam setiap krisis, perempuan Indonesia selalu menemukan jalan untuk tetap kuat, berdaya, dan bermanfaat,” kata Khofifah.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!