Ini Profil Paus Fransiskus
📅 Senin, 21 Apr 2025, 17:20 WIB | Oleh: AlfredIa merestrukturisasi Kuria -- badan administratif gereja -- dengan merampingkan birokrasi dan meningkatkan transparansi.
Salah satu tantangan terbesar dalam kepemimpinan Paus Fransiskus adalah penanganan skandal pelecehan seksual anak yang melibatkan para imam.
Ia mencopot sejumlah uskup yang dituduh menutup-nutupi kasus pelecehan, serta membentuk komisi khusus di Vatikan untuk menangani isu ini. Namun, para pengkritiknya menilai langkah-langkah tersebut belum cukup -- proses keadilan bagi para korban dinilai berjalan lambat.
Paus Fransiskus juga kerap menyuarakan pendapatnya mengenai isu global di luar lingkup gereja. Ia mengkritik kapitalisme pasar bebas, yang menurutnya “membunuh” kaum miskin.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia mendesak pemerintah dunia agar mengambil langkah lebih tegas terhadap perubahan iklim, dan menjadi pembela hak-hak migran -- bahkan pernah membandingkan pusat-pusat penahanan migran di Eropa dengan kamp konsentrasi. Pernyataan-pernyataan itu memicu kritik dari kalangan politisi konservatif dan para pemimpin bisnis.
Meski kerap dianggap sebagai paus progresif, Fransiskus tetap teguh dalam sejumlah ajaran pokok Gereja Katolik. Ia mempertahankan sikap tradisional terkait aborsi, pernikahan sesama jenis, dan peran perempuan dalam gereja -- menunjukkan bahwa ia bukanlah seorang liberal seperti yang dibayangkan sebagian pihak.
Keputusannya mengganti sejumlah kardinal konservatif dengan sosok-sosok progresif semakin memperuncing penolakan. Beberapa kalangan dalam Vatikan menuduhnya meminggirkan kaum tradisionalis demi menjalankan agenda reformasi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sumber: Anadolu
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!