Transisi Energi di NTB Tuai Pujian dari Pemerintah Inggris

Minggu, 20 Apr 2025, 10:45 WIB

MATARAM - Transisi energi di Indonesia sedang berlangsung, tapi belum cukup cepat untuk mencapai target pada 2025. Karenanya dibutuhkan percepatan kebijakan, insentif yang kuat, pembiayaan hijau, serta konsistensi antar lembaga pemerintah agar transisi ini benar-benar berkelanjutan dan adil.

Pemerintah menargetkan 23 persen bauran energi berasal dari EBT (Energi Baru Terbarukan) pada 2025. Sayangnya, per 2023, porsi EBT baru mencapai sekitar 13–14 persen dari bauran energi nasional.

Ket. Foto: Peresmian proyek Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Bendungan Pandanduri, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. — Sumber: Antara

Wakil Menteri Urusan Parlemen pada Kementerian Keamanan Energi dan Nol Emisi Karbon Inggris, Kerry McCarthy, menyampaikan apresiasi-nya atas implementasi kerja sama antara Indonesia dan Inggris dalam bidang keamanan energi, termasuk komitmen Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam transisi energi.

Hal tersebut disampaikan-nya saat peresmian proyek Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Bendungan Pandanduri, Lombok Timur, melalui keterangan tertulis diterima wartawan di Mataram, Sabtu (19/4).

Menurut McCarthy, komitmen Pemerintah Provinsi NTB dalam proyek ini merupakan bagian penting dari upaya menjaga keamanan energi di masa depan dan mendukung pencapaian target pengendalian perubahan iklim.

"Ini adalah bagian penting yang tidak boleh kita lupakan. Proyek ini adalah bagian penting dari masyarakat sekitar yang akan membawa manfaat yang besar di masa depan," ungkapnya.

Sementara itu, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan bahwa, NTB memiliki potensi besar dalam pengembangan energi terbarukan. Untuk itu, pihaknya berkomitmen untuk meninjau ulang kebijakan energi daerah dan mendukung penuh proses transisi energi.

“Kami punya ratusan titik potensi geotermal karena daerah kami dekat dengan area gunung berapi," ujarnya.

Selain itu, ia menjelaskan, Provinsi NTB memiliki peluang besar untuk mengembangkan mikro hidro. Terlebih dengan keberadaan Danau Segara Anak yang terletak di Gunung Rinjani.

"Kami juga punya banyak potensi di pengembangan mikro hidro karena kita punya danau yang besar yang dekat dengan puncak Gunung Rinjani," tegasnya.

Lebih jauh, Lalu Iqbal menjelaskan bahwa hal ini memerlukan waktu cukup untuk panjang untuk dapat mengakses. Namun, jika ada komitmen pasti akan dapat terwujud.

"Jika Anda punya kemampuan teknis untuk mengakses-nya, kami yakin Anda bisa membangun ratusan PLTMH," imbuhnya.

Dukungan Pemerintah Inggris terhadap proyek ini mencerminkan komitmen bersama dengan Pemerintah Indonesia untuk mengatasi perubahan iklim, terutama dalam penyediaan energi bersih yang andal dan terjangkau bagi masyarakat.

Sebagai informasi, PLTMH Pandanduri dibangun oleh PT. Sarana Multi infrastruktur (SMI) dan PT. Brantas Energi dengan kapasitas energi 2 x 290 KW yang merupakan energi terbarukan diharap akan mendukung ketersediaan energi untuk daerah sekitarnya.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.