Nggak Perlu Bangun PLTU Baru! Ini Jurus PLN Tekan Emisi Pakai Limbah Kebun Milik Warga
Rabu, 29 Apr 2026, 13:40 WIBJAKARTA - PT. PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) bersama PT PLN (Persero) berkolaborasi melaksanakan kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pelatihan Pengelolaan Biomassa Melalui Pemanfaatan Limbah Pertanian dan Perkebunan di Institut Teknologi Bandung (ITB) yang dilaksanakan pada 28-30 April 2026. Â
Program ini memperkuat komitmen perusahaan terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dan menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam membangun rantai pasok Biomassa berbasis masyarakat sekaligus mendukung kebijakan nasional dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025â2034 yang mendorong peningkatan bauran energi terbarukan dan pengurangan emisi karbon secara bertahap.
Sebanyak 15 peserta yang terdiri dari Kelompok Tani, BUMDes, dan Kelompok Hutan Kemasyarakatan (HKM) binaan PLN EPI dari berbagai daerah yang tersebar di Lombok Timur, Tasikmalaya, Cilacap dan Gunung Kidul mengikuti pelatihan pengenalan potensi biomassa, teknologi pengolahan, praktik produksi, hingga pengembangan model bisnis yang berorientasi pasar.
Sekretaris Perusahaan PLN EPI, Mamit Setiawan, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari pendekatan sistematis perusahaan dalam memastikan keberlanjutan pasokan biomassa sebagai energi alternatif.
âMelalui program TJSL ini, kami mendorong masyarakat tidak hanya sebagai penerima manfaat, tetapi sebagai bagian dari rantai pasok energi biomassa. Ini merupakan implementasi nyata ESG, khususnya dalam pemberdayaan masyarakat dan penguatan aspek lingkungan,â ujar Mamit.
Ia menambahkan bahwa biomassa memiliki peran strategis dalam program co-firing PLTU, yakni substitusi sebagian batubara dengan bahan bakar berbasis biomassa untuk menekan emisi karbon tanpa perlu membangun pembangkit baru secara masif.
Dari sisi PLN Group, program ini mencerminkan sinergi antara induk usaha dan subholding dalam membangun model transisi energi yang inklusif dan berkelanjutan.Â
Ekonomi baru
Mewakili PT PLN (Persero), Senior Manager Komunikasi & Umum PLN UID Jawa Barat, Krisantus H. Setyawan menyampaikan bahwa pemanfaatan biomassa tidak hanya berdampak pada pengurangan limbah, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
âPemanfaatan limbah pertanian dan perkebunan menjadi energi memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus mendorong ekonomi sirkular berbasis masyarakat,â ujarnya. ujar Krisantus.
Dari perspektif akademisi, Direktur Pengabdian Masyarakat dan Layanan Kepakaran ITB, Prof. Dr. Ing. Zulfiadi menekankan bahwa biomassa memiliki keunggulan sebagai energi terbarukan dengan siklus karbon yang lebih berkelanjutan dibandingkan energi fosil.
âBiomassa memungkinkan siklus karbon yang lebih cepat dan terkontrol, sehingga menjadi bagian penting dalam upaya mitigasi perubahan iklim,â jelasnya.
Lebih jauh, ia menilai pengembangan biomassa berbasis masyarakat juga membuka peluang transformasi ekonomi daerah.
âKe depan, daerah tidak hanya menjadi konsumen energi, tetapi juga produsen energi berbasis biomassa yang mendukung kebutuhan nasional,â ujarnya.
PLN EPI menghadirkan beberapa pemateri dari BRIN Puspitek Serpong, ITB dan Masyarakat Energi Biomassa Indonesia (MEBI) untuk memastikan peserta dibekali pengetahuan yang cukup terkait proses produksi Biomassa.
Melalui pendekatan pelatihan yang komprehensif, Program ini mendorong terbentuknya unit usaha biomassa berbasis desa yang profesional dan terstandarisasi sebagai bagian dari ekosistem energi nasional.Â
Rismayadi, perwakilan Kelompok Tani Jaga Lembur Tani Makmur, menyampaikan bahwa program ini membuka peluang pengembangan usaha biomassa berbasis masyarakat.
âSaya optimistis melalui pelatihan ini, limbah pertanian dan perkebunan dapat dimanfaatkan secara optimal menjadi sumber energi yang bernilai, sekaligus meningkatkan perekonomian kelompok tani di Desa Bojongkapol, Tasikmalaya,â ujarnya.
Dengan inisiatif ini, PLN EPI tidak hanya memperkuat aspek lingkungan melalui pengurangan emisi, tetapi juga aspek sosial melalui pemberdayaan masyarakat, serta aspek tata kelola melalui pembangunan rantai pasok biomassa yang terstruktur dan berkelanjutan.
Program ini sekaligus mencerminkan perubahan paradigma dalam transisi energi nasional, di mana desa tidak lagi diposisikan sebagai objek pembangunan, melainkan sebagai mitra strategis dalam produksi energi bersih yang berkontribusi langsung terhadap ketahanan energi nasional.
Dengan menjadikan desa sebagai pusat produksi biomassa, PLN EPI menegaskan bahwa masa depan energi Indonesia dibangun dari kolaborasi, keberlanjutan, dan pemberdayaan masyarakat.
- transisi energi
- PLN EPI
- PT PLN Persero
- lisitrik tenaga biomasa
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
PLN EPI Gandeng Swasta Lokal Olah Limbah Sekam Padi jadi Biomassa untuk PLTU Indramayu
-
Hadapi Kemarau, Bulog Siapkan Stok Beras untuk Kebutuhan Enam Bulan
-
DPR Minta SPPG di Kepri Pasang Label Batas Waktu Aman Konsumsi MBG
-
Demo di Jakpus, Polisi Siagakan 1.031 Personel
-
Momen Lebaran, Ratu Dewa Buka Pintu untuk Warga: Gelar Griya Jadi Ajang Silaturahmi
-
Kebutuhan Gas Pembangkit Naik 4,5% per Tahun, LNG Jadi Andalan Transisi Energi hingga 2034
-
Percepat Transisi Energi Terbarukan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.