Sambut Hari Bumi Sedunia, Indonesia-Kanada Kolaborasi Tanam 100 Pohon Ulin
📅 Minggu, 20 Apr 2025, 19:43 WIB | Oleh: Deri Henriawan
Doc: ANTARA/Firman
BANJARMASIN - Indonesia dan Kanada melalui aksi nyata akademisi Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dan University of Montreal berkolaborasi melakukan penanaman 100 bibit pohon ulin (Eusideroxylon zwageri) di Taman Biodiversitas Hutan Hujan Tropis Lembah Bukit Manjai di Mandiangin Timur, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan pada momen Hari Bumi Sedunia.
Penanaman pohon ulin pada Minggu, secara simbolis dilakukan oleh Valerie Preseault dari Universitas Montreal, Kanada diikuti mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi ULM di bawah bimbingan Dr Amalia Rezeki dan Luthfiana Nurtamara MPd.
"Alhamdulillah ini suatu kebanggaan dan kehormatan tim akademisi dari Kanada bisa mengikuti rangkaian peringatan Hari Bumi Sedunia di Kalimantan Selatan," kata Amalia Rezeki di Banjarmasin.
Amel mengatakan kegiatan itu merupakan bentuk kepedulian dan ajakan nyata untuk memuliakan alam, sekaligus menumbuhkan kembali kesadaran akan pentingnya mencintai bumi.
Tak hanya menanam pohon, mahasiswa juga didorong untuk membangun mata rantai kepedulian, dengan cara menyebarkan semangat pelestarian lingkungan melalui unggahan di media sosial, agar semakin banyak yang terinspirasi melakukan aksi serupa.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kenapa memilih pohon ulin yang ditanam, menurut Amel karena pohon ulin merupakan tumbuhan langka yang masuk dalam daftar merah Lembaga Konservasi Internasional IUCN dan perlu dilindungi pelestariannya.
Pohon ulin juga berperan penting sebagai habitat bagi berbagai spesies satwa liar yang bergantung pada pohon ini untuk makanan dan perlindungannya.
Di samping itu, pohon ulin dapat berperan sebagai penyerap karbon dioksida, salah satu gas rumah kaca yang berkontribusi terhadap perubahan iklim.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dengan mengubah CO2 menjadi biomassa, pohon ini berfungsi dalam upaya membantu mengurangi jumlah karbon di atmosfer sebagai mitigasi pemanasan global.
Bibit pohon langka itu didapatkan dari Botanical Private Garden milik Chendrawan Sugianto, seorang pelaku konservasi pohon langka di Banjarmasin dan juga pemilik PT Bandangan Tirta Agung, perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan air murni.
Sementara Valerie Preseault merasa senang dilibatkan pada acara penanaman pohon ulin. Baginya merupakan pengalaman pertama bisa berkontribusi bersama dalam rangkaian acara peringatan Hari Bumi Sedunia di Indonesia.
Sebelumnya Valerie Preseault juga mengisi kuliah tamu hukum pidana di kampus ULM di Banjarmasin.
Setiap 22 April, masyarakat dunia memperingati Hari Bumi sebagai ajakan untuk kembali merenungkan pentingnya menjaga bumi dan seluruh ekosistemnya. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!