Sentimen Kembali Memburuk, Berikut Prediksi Nilai Tukar Rupiah

Kamis, 17 Apr 2025, 08:35 WIB

JAKARTA – Rupiah berpotensi kembali tertekan, hari ini (17/4), seiring meningkatnya tensi konflik dagang an­tara dua kekuatan ekonomi terbesar dunia, Amerika Seri­kat (AS) dan Tiongkok. Selain itu, investor menantikan data penting ekonomi AS dan petunjuk baru dari bank sentral setempat (The Fed).

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong melihat te­kanan atas rupiah diperkirakan berlanjut lantaran sentimen kembali memburuk. Dia menambahkan investor menilai langkah Tiongkok menutup kran impor Boeing menanda­kan Beijing tak akan mudah tunduk pada Presiden AS Do­nald Trump, sehingga perselisihan berpotensi lebih panjang.

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Selain itu, lanjutnya, investor menantikan data ritel AS dan pidato Gubernur The Fed, Jerome Powell yang diper­kirakan kembali bernada dovish. Karenanya, Lukman mem­proyeksikan kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perda­gangan di pasar uang antarbank, Kamis (17/4), bergerak melemah di kisaran 16.750 - 16.900 rupiah per dollar AS.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah pada penutupan perda­gangan, Rabu (16/4), di Jakarta melemah sebesar 10 poin atau 0,06 persen dari sehari sebelumnya menjadi 16.837 ru­piah per dollar AS.

Pengamat mata uang sekaligus Direktur Laba Forex­indo Berjangka Ibrahim Assuabi menilai pelemahan nilai tukar (kurs) rupiah dipengaruhi penolakan Tiongkok atas pengiriman pesawat Boeing. “Tiongkok telah memerin­tahkan maskapai penerbangannya untuk tidak menerima pengiriman jet Boeing lebih lanjut sebagai tanggapan atas keputusan AS untuk mengenakan tarif 145 persen pada ba­rang-barang Tiongkok,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (16/4).

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara, Muchamad Ismail

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.