Indonesia-Saudi Tingkatkan Kerja Sama Strategis Industri Tambang dan Mineral
📅 Kamis, 17 Apr 2025, 10:02 WIB | Oleh: Lili LestariTransformasi Kerajaan Arab Saudi juga telah diakui secara internasional. Menurut World Risk Report 2023, Arab Saudi termasuk dalam sepuluh yurisdiksi teratas di dunia dengan risiko hukum dan keuangan terendah bagi investor pertambangan - hasil dari reformasi besar sejak 2018.
Reformasi sukses tersebut kini digunakan sebagai blueprint bagi pasar negara berkembang, karena pemerintah di seluruh dunia berupaya membangun kepercayaan investor dan mengembangkan kekayaan mineral secara berkelanjutan dan inklusif.
Forum Mineral Masa Depan
Selain itu, kunjungan tersebut juga mencerminkan semangat dari Forum Mineral Masa Depan (Future Minerals Forum/FMF) pada Januari lalu, yang mengundang para pemimpin dunia untuk memikirkan kembali masa depan pertambangan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Laporan FMF 2024 menyoroti bahwa lebih dari 5,4 triliun dolar AS (sekitar Rp90,9 kuadriliun) investasi mineral dibutuhkan hingga 2035 untuk memenuhi tuntutan transisi energi, dengan lebih dari 40 persen di antaranya diperkirakan berada di pasar negara berkembang.
Pertemuan di Indonesia menjadi kesempatan bagi Menteri Al-Khorayef untuk menyampaikan pendekatan Kerajaan Arab Saudi terhadap prioritas pertambangan dan mengundang Indonesia untuk hadir dalam Forum Mineral Masa Depan ke-5 pada Januari 2026.
Indonesia dinilai telah menjadi anggota yang dihargai dalam keluarga FMF, yang mencakup negara-negara di Afrika, Asia Tengah, dan kawasan Timur Tengah yang lebih luas.
Sebaiknya Anda baca juga:
Inisiatif tersebut bertujuan untuk mempercepat eksplorasi wilayah baru (greenfield exploration), membuka potensi kekayaan mineral Kerajaan Arab Saudi senilai 2,5 triliun dolar AS (sekitar Rp42 kuadriliun), dan mendukung pengembangan rantai pasok mineral yang berkelanjutan dan bernilai tambah.
Dalam pertemuan di Indonesia tersebut, Menteri Al-Khorayef juga mengundang investor Indonesia untuk berpartisipasi dalam putaran ke-sembilan lisensi eksplorasi di Kerajaan Arab Saudi - yang mencerminkan komitmen Kerajaan untuk memperdalam kemitraan internasional di sektor mineral dan pertambangan.
Sabuk mineral yang ditargetkan - terletak di wilayah Madinah dan Riyadh - mengandung mineral utama seperti emas, tembaga, perak, seng, dan nikel.
Perusahaan Indonesia juga didorong untuk memanfaatkan berbagai insentif investasi yang kuat, termasuk pendanaan hingga 75 persen dari biaya modal melalui Dana Pengembangan Industri Kerajaan Arab Saudi, hak kepemilikan asing penuh, serta akses terhadap data geologi terperinci melalui platform Taade’en.
Dengan Manara Minerals sebagai ujung tombak strategi investasi luar negeri Kerajaan Arab Saudi, kemitraan masa depan dengan mitra Indonesia akan dibangun tidak hanya berdasarkan potensi komersial, tetapi juga komitmen bersama terhadap pengelolaan lingkungan dan pembangunan sosial ekonomi.
Lebih lanjut, kunjungan Menteri Perindustrian dan Sumber Daya Mineral Arab Saudi ke Indonesia juga disebut untuk menegaskan kembali kepemimpinan Kerajaan Arab Saudi dalam memajukan kolaborasi global, mempromosikan ketahanan, dan mendukung pasokan mineral yang bertanggung jawab untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!