Adopsi Teknologi Web3 untuk Perekonomian Nasional, Berikut Strategi Kemenekraf
Kamis, 17 Apr 2025, 23:00 WIBJAKARTA - Pengembangan teknologi Web3 bagi Indonesia bersifat sangat strategis dan memiliki beberapa manfaat kunci, yakni memacu pertumbuhan ekonomi digital; meningkatkan daya saing global dan investasi; mendorong inklusi keuangan; memperkuat ekosistem talenta dan inovasi lokal; meningkatkan transparansi & efisiensi sektor publik; dan mendorong transformasi sektor kreatif dan pariwisata.
Indonesia dapat memanfaatkan Web3 sebagai pilar utama ekonomi digital pada dekade mendatang. Karenanya, dibutuhkan strategi yang terencana, mulai regulasi up-to-date, program edukasi masif, hingga investasi infrastruktur.
Teknologi Web3 merupakan generasi terbaru dari internet yang berfokus pada desentralisasi, kepemilikan data oleh pengguna, dan penggunaan teknologi blockchain. Berbeda dengan Web1 (internet statis) dan Web2 (internet interaktif yang dikendalikan oleh platform besar seperti Google, Meta, dsb), Web3 bertujuan untuk memberi kendali lebih besar kepada pengguna, bukan perusahaan.
Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) menjajaki peluang kolaborasi dalam upaya pemanfaatan dan pengembangan teknologi Web3.Â
Sebagaimana dikutip dalam siaran pers kementerian di Jakarta, Kamis (17/4), Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/ Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif Irene Umar menekankan pentingnya kolaborasi internasional untuk mendorong adopsi teknologi Web3.
Oleh karena itu, dia menghadiri Hong Kong Web3 Festival 2025 dan melakukan pertemuan dengan perwakilan Web3.0 Standardization Association (W3SA) Hong Kong dalam kunjungan kerja di Hong Kong pada 9 hingga 11 April 2025.
Irene membahas upaya standardisasi dan globalisasi Web3 di Asia ???????dalam pertemuan tertutup dengan perwakilan W3SA Hong Kong.???????
Dia menyampaikan pentingnya penyelarasan standar dan harmonisasi regulasi dalam upaya untuk menciptakan ekosistem industri Web3 yang kondusif, aman, dan adil bagi seluruh pelaku industri.
"Pertemuan di acara ini merupakan wujud langkah konkret dari pemerintah untuk bekerja sama dalam memastikan terbentuknya ekosistem yang jelas, aman, dan terlindungi tanpa menghambat perkembangan teknologi," katanya.
"Indonesia memposisikan diri sebagai pemerintah yang aktif dan terdepan dalam mengembangkan regulasi atau aturan main global di industri ini," kata Irene, yang melakukan kunjungan kerja di Hong Kong didampingi oleh Direktur Teknologi Digital Baru Dandy Yudha Feryawan.
Saat berdialog dengan warga negara Indonesia (WNI) di Hong Kong, Irene mengemukakan pentingnya peran warga Indonesia yang berada di luar negeri dalam menjembatani kolaborasi lintas negara.
Sementara itu, Direktur Teknologi Digital Baru Kemenekraf Dandy Yudha Feryawan selama berada di Hong Kong mengunjungi Hong Kong University of Science and Technology untuk membahas program pengembangan talenta digital.
- Kemenekraf
- Web3
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Vietnam Pangkas Penerbangan Domestik karena Krisis Bahan Bakar
-
PT Angkasa Pura Indonesia: Sebanyak 99.680 Penumpang Mendarat di Bandara Soetta pada H+3 Lebaran,
-
Kemenekraf dan KAI Hadirkan Instalasi Pelangi di Mars saat Lebaran
-
Inggris Usulkan KTT Khusus Bahas Keamanan Pelayaran di Selat Hormuz
-
Menekraf Bahas Kolaborasi dalam Monetisasi Karya Kreatif Lokal
-
Kemenekraf Fasilitasi Klip Video Musisi Jawa Tengah lewat AKTIF Musik
-
Kemenekraf Dukung Nuanu Creative City Jadi Kawasan Kreatif Masa Depan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.