Kemenekraf Dukung Nuanu Creative City Jadi Kawasan Kreatif Masa Depan
Minggu, 10 Mei 2026, 17:57 WIBJAKARTA - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar mendukung Nuanu Creative City, Tabanan, Bali sebagai kawasan ekosistemekonomi kreatif Indonesiamasa depan yang menggabungkan produk kreatif berbasis seni, alam, teknologi, dan budaya.
âKami melihat Nuanu Creative City bukan sekadar kawasan fisik, melainkan sebuah manifestasi nyata dari masa depan ekonomi kreatif Indonesia,â kata Irene dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Minggu (10/5).
Nuanu adalah kawasan ekonomi kreatif seluas 44 hektare di Bali yang dibangun dengan landasan filosofi Tri Hita Karana, yakni menjaga harmoni antara manusia, Tuhan, dan alam.
"Kami hadir di sini untuk memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan kawasan yang mampu menggabungkan pengalaman immersive dengan komitmen terhadap sustainable living," katanya.
Kawasan ini menjadi pionir pusat inovasi yang berhasil menyatukan modernitas dengan nilai tradisional Bali, serta menjadi wadah kolaborasi global bagi seniman untuk menciptakan karya dari material ramah lingkungan.
Kawasan ini mengutamakan keberlanjutan dengan hanya membangun 30 persen lahan dan membiarkan 70 persen sisanya sebagai zona hijau, serta menerapkan prinsip zero emission melalui penggunaan kendaraan listrik.
Irene mengatakan kawasan ini adalah bukti nyata bahwa teknologi digital dan pelestarian alam bisa berjalan beriringan.
âSaya bangga melihat karya anak bangsa yang mampu bersaing di level dunia tanpa meninggalkan identitas lokal, dari multimedia hingga konservasi di Magic Garden, semuanya dibuat untuk menyejahterakan masyarakat sekaligus menjaga bumi," ujar Wamen Ekraf.
Kehadiran fasilitas seperti Nuanu Kids Academy yang memberikan pendidikan seni gratis bagi anak-anak sekitar mempertegas peran Nuanu dalam memperkuat identitas budaya sekaligus memacu daya saing industri kreatif internasional.
Dalam kunjungannya Irene menyaksikan langsung integrasi alam melalui instalasi patung Earth Sentinels, multimedia AI di Aurora Media Park, hingga konservasi flora-fauna pada Magic Garden.
Peninjauan ini juga mencakup interaksi dengan para perajin di Art Village yang berfungsi sebagai wadah edukasi kerajinan tradisional bagi masyarakat lokal.
Kementerian Ekraf menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan zona kreatif yang inovatif dan berbasis pelestarian lingkungan di berbagai wilayah Indonesia.
Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi katalisator bagi pertumbuhan subsektor ekraf yang lebih inklusif, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain utama dalam industri kreatif global yang berkelanjutan. Ant
- Kemenekraf
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Opik
Berita Terkait:
-
Menekraf Bahas Kolaborasi dalam Monetisasi Karya Kreatif Lokal
-
Vietnam Pangkas Penerbangan Domestik karena Krisis Bahan Bakar
-
PT Angkasa Pura Indonesia: Sebanyak 99.680 Penumpang Mendarat di Bandara Soetta pada H+3 Lebaran,
-
Kemenekraf Fasilitasi Klip Video Musisi Jawa Tengah lewat AKTIF Musik
-
Kemenekraf dan KAI Hadirkan Instalasi Pelangi di Mars saat Lebaran
-
Inggris Usulkan KTT Khusus Bahas Keamanan Pelayaran di Selat Hormuz
-
Unhas dan FIT Jepang Kerja Sama Riset Penanganan Banjir di Makassar
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.