Kecintaan pada Vespa Dorong Eksekutif Muda Indonesia Ubah Skuter Antik Menjadi Bertenaga Listrik
Rabu, 16 Apr 2025, 19:30 WIBJAKARTA â Ketika eksekutif Indonesia Heret Frasthio mengendarai Vespa VL antik tahun 1957 dengan cat putih yang terkelupas miliknya, asap dan dengungan khas skuter itu sama sekali tidak terlihat atau terdengar.
Kendaraan roda dua itu hanyalah salah satu model klasik yang diubah oleh perusahaannya dalam upaya mengubah kecintaan terhadap ikon Italia itu menjadi kegiatan ramah lingkungan.
Indonesia telah lama menderita polusi udara yang sebagian disebabkan oleh kecanduannya terhadap mobil dan skuter tua yang tidak efisien, termasuk hampir satu juta Vespa pada tahun 2022, menurut Klub Vespa negara ini.
"Vespa memiliki desain yang unik. Vespa memiliki nilai historis dan nostalgia. Vespa bukan sekadar kendaraan, tetapi juga mode," kata Frasthio, kepala eksekutif Elders, yang mengubah sepeda motor tua menjadi kendaraan listrik.
Para pemimpin Indonesia saat ini tengah mendorong lebih banyak kendaraan listrik di jalanannya, dengan target 13 juta sepeda motor listrik pada tahun 2030 -- jumlah yang sangat ambisius, jauh dari jumlah saat ini yakni 160.000, menurut data kementerian perhubungan.
Tetapi Elders memainkan perannya dalam apa yang diharapkan pemerintah akan menjadi tahap awal revolusi kendaraan listrik.
Frasthio mengatakan perusahaannya telah mengkonversi dan menjual sekitar 1.000 Vespa di seluruh negeri sejak didirikan pada tahun 2021 dan suatu hari bertujuan untuk mengembangkan skuter listriknya sendiri.
Setelah diubah, baterai listrik Vespa yang terisi penuh dapat bertahan sejauh 60-120 kilometer (37-74 mil), dan hingga 200 kilometer untuk baterai yang ditingkatkan.
âVespa listrik ini bisa menjadi solusi bagi negara-negara yang mensyaratkan rendahnya emisi sepeda motor,â kata Frasthio.
Namun, penetapan harga tetap menjadi hambatan utama bagi ekonomi terbesar di Asia Tenggara. Vespa milik Frasthio yang dibanggakan namun sederhana menghabiskan biaya $34.000 untuk dibeli sebelum dikonversi. Vespa Elettrica baru yang diimpor dari Italia dapat berharga 198 juta rupiah ($11.750) dan perusahaan Eropa tersebut telah menjual berbagai skuter listrik di benua itu.
Namun bagi mereka yang ingin tetap bergaya retro, ada perlengkapan untuk mengubah skuter antik menjadi listrik dengan biaya antara $1.500 dan $3.900, kata Frasthio.
Peluang untuk beralih menarik pelanggan yang menginginkan perjalanan modis tanpa berkontribusi terhadap kebisingan dan polusi udara.
Salah satunya adalah Hendra Iswahyudi yang membeli Vespa modifikasi dari perusahaan Frasthio, sembari mengenang perjuangan mengendarai Vespa model lama semasa menjadi mahasiswa.
"Anda akan menyalakan kunci kontak dan mandi sambil menunggu mesin siap," kata pria berusia 56 tahun itu.
Mengendarai Vespa antik tahun 1960-an tanpa polusi dan kebisingan lalu lintas Jakarta yang padat juga membuatnya mendapat tatapan penasaran.
"Orang-orang yang menyukai Vespa datang untuk melihat lebih dekat dan mengatakan kepada saya bahwa skuter saya sangat keren," kata dia seraya memberi dukungan bagi industri khusus untuk mengkonversi skuter, meskipun pemerintah berencana untuk menempatkan armada kendaraan listrik baru di jalan.
"Saya merasa nyaman mengendarai Vespa. Saya merasa telah berkontribusi terhadap udara bersih," tutur dia.
Kenangan
Namun, kerinduan akan nostalgia Vespa asli membuat sebagian orang enggan mengambil pilihan yang lebih bersih, dan memilih mempertahankan gemuruh mesin lama.
"Saya lebih suka Vespa asli yang bunyinya asli karena itu yang membuatnya unik. Bunyinya sudah terdengar dari jauh," kata Muhammad Husni Budiman, seorang pecinta Vespa antik. "Ini klasik dan penuh nostalgia."
Pengusaha berusia 39 tahun ini jatuh cinta dengan Vespa antik saat ia masih muda dan mulai mengoleksi beberapa dari tahun 1960-an dan 70-an.
Pada tahun 2021, ia mendirikan klub Vespa produksi tahun 1960-an di Jakarta yang kini beranggotakan ratusan orang.
Meskipun mencoba Vespa listrik, klub Budiman terutama ditujukan bagi mereka yang menyukai model asli.
Frasthio sadar beberapa pecinta Vespa seperti Budiman akan ragu dengan penerimaan EV. Namun, ia segera menepis teori bahwa perusahaannya telah memberikan citra buruk pada skuter konvensional yang mereka kagumi.
"Kami tidak mencoba memberi kuliah kepada siapa pun tentang masalah polusi," kata dia. "Kami hanya menawarkan, bagi mereka yang tidak terbiasa dengan sepeda motor manual, bahwa sepeda motor listrik bisa menjadi solusi," imbuh dia. AFP/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: AFP, Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Pemprov DKI Raih Penghargaan Provinsi Terinovatif se-Indonesia di IGA 2025
-
BMKG Prakirakan Hujan Lebat hingga Sangat Lebat Guyur Sejumlah Wilayah Indonesia pada Senin
-
Penyanyi Valent Duga Maknai Kebahagiaan Lewat EP Terbaru
-
UMK Blora 2026 Disepakati Naik 4,79 Persen atau Sebesar Rp2,34 Juta
-
Tips Mudik Aman dan Nyaman dengan Motor Listrik dari Pakar Otomotif
-
Bahaya di Sumbar! Gunung Talang Mendadak Waspada, Ratusan Gempa Terjadi
-
Australia Mengheningkan Cipta untuk Para Korban Penembakan di Pantai Bondi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.