“Drone” Bawah Air yang Ditemukan Filipina Kirim Sinyal ke Tiongkok
Rabu, 16 Apr 2025, 02:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP/Ted ALJIBE
MANILA - Lima drone bawah air yang ditemukan oleh nelayan Filipina mampu mengumpulkan informasi yang dapat membantu dalam perang bawah air, kata militer Filipina pada Selasa (15/4), dan mencatat setidaknya satu unit drone telah menyampaikan sinyal ke Tiongkok.
Pengungkapan ini menyusul terjadinya konfrontasi selama berbulan-bulan antara Filipina dan Tiongkok di Laut Tiongkok Selatan (LTS) yang disengketakan dan terjadi saat Manila bersiap untuk latihan militer skala besar dengan sekutu Amerika Serikat (AS) bulan ini.
Drone-drone tersebut ditemukan antara tahun 2022 dan 2024 di lokasi-lokasi yang penting secara strategis dalam pertahanan dan keamanan tidak hanya bagi negara tetapi juga untuk navigasi maritim internasional, kata pejabat militer Filipina kepada wartawan dalam sebuah taklimat pada Selasa.
“Pengumpulan data mereka memiliki tujuan di luar kepentingan navigasi,” ungkap Laksamana Muda Roy Vincent Trinidad, yang mengatakan informasi tersebut dapat digunakan untuk perang bawah air, mendeteksi ancaman dan menguji persenjataan di bawah permukaan.
Meskipun enggan menyebutkan secara pasti asal drone tersebut, Trinidad mencatat bahwa beberapa drone memiliki tanda-tanda berasal dari Tiongkok, sementara setidaknya satu drone telah menyampaikan sinyal ke Beijing.
“Berdasarkan studi teknis forensik kartu SIM yang ditemukan pada salah satu dari lima drone bawah air itu, kontak terakhir kartu itu berada di daratan Tiongkok,” kata Trinidad, yang menjabat sebagai juru bicara angkatan laut untuk masalah LTS.
Tiga drone bawah air ditemukan di lepas pantai utara pulau utama Filipina, Luzon, termasuk dua di dekat Selat Balintang di selatan Taiwan, kata Trinidad.
Dua lainnya ditemukan dari lokasi yang diidentifikasi sebagai titik rawan kritis, satu di dekat Pulau Masbate di Filipina tengah dan satu lagi di dekat pulau selatan Mindanao.
Terkait laporan ini, pihak Kedutaan Besar Tiongkok di Manila belum mau menanggapi permintaan komentar.
Latihan Balikatan
Secara terpisah pada Selasa, Filipina mengatakan latihan militer gabungan Balikatan tahun ini dengan mitra mereka dari AS akan mencakup uji sistem pertahanan misil udara terpadu untuk pertama kalinya.
Latihan gabungan yang melibatkan sekitar 14.000 tentara itu, akan berlangsung dari 21 April hingga 9 Mei.
“Apa yang kita lihat di sini adalah latihan yang mendekati uji pertempuran penuh. Latihan yang kami lakukan ini seperti gladi bersih. Kami melaksanakan rencana yang telah direncanakan dalam Balikatan sebelumnya dan itulah yang akan kami laksanakan saat ini,” kata Brigadir Jenderal Mike Logico.
Pasukan Filipina dan AS juga akan berusaha menenggelamkan kapal target dan merebut kembali sebuah pulau, seperti yang mereka lakukan dalam latihan pada tahun 2024, imbuh Logico.
Sementara itu Panglima Militer Filipina, Romeo Brawner Jr, bulan ini mengatakan kepada pasukan di Luzon utara bahwa pulau itu akan menjadi tuan rumah sebagian besar latihan Balikatan karena kepentingan strategisnya. “Ini adalah area yang kami anggap berpotensi terjadi serangan. Saya tidak ingin terdengar seperti orang yang suka menakut-nakuti, tetapi kita harus bersiap,” kata dia. AFP/ST/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!