Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bukan Sekadar Melek Teknologi! Menkomdigi Tantang Peserta IYS Jadi Pemimpin Digital Masa Depan

31 Sabtu, 31 Okt 2026, 02:17 WIB | Oleh:
Bukan Sekadar Melek Teknologi! Menkomdigi Tantang Peserta IYS Jadi Pemimpin Digital Masa Depan Bukan Sekadar Melek Teknologi! Menkomdigi Tantang Peserta IYS Jadi Pemimpin Digital Masa Depan Doc: Antara foto/HO Kemenpora
Ket. Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid memaparkan materi pada acara Indonesia Youth Summit (IYS) 2026 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Jumat (30/10).

JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengajak peserta Indonesia Youth Summit (IYS) 2026 untuk berinovasi menjadi pencipta dampak atau pemimpin digital di era kecerdasan buatan (AI).

"Indonesia membutuhkan digital leadership," kata Meutya pada acara IYS 2026 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Jumat.

Dia menjelaskan nilai ekonomi digital Indonesia saat ini sekitar 100 miliar dolar AS atau terbesar di Asia Tenggara, dan diproyeksikan tumbuh hingga 360 miliar dolar AS pada 2030.

Namun, menurutnya, angka besar itu belum menjawab pertanyaan terpenting berkaitan dengan daya saing.

"Terkoneksi secara digital tidak otomatis menjadikan kita berdaya secara digital," katanya.

Menurutnya, Indonesia perlu bergerak dari pasar digital menjadi negara yang menciptakan nilai di dalamnya, dengan kemampuan mengembangkan dan mengendalikan teknologi, bukan hanya menggunakannya.

Dia mengajak peserta IYS yang diikuti peserta utama 160 pemuda terseleksi dari berbagai provinsi dan semua generasi muda bangsa, untuk memulai perubahan pengguna teknologi menjadi pencipta dampak.

Dia menekankan bahwa adopsi AI masif menuntut kepemimpinan yang berpusat pada manusia. 

Meutya meminta generasi muda tidak hanya mencari jawaban, tetapi belajar menemukan pertanyaan yang tepat serta memahami prinsip, kemampuan, dan keterbatasan teknologi di balik setiap aplikasi yang digunakan. 

Selain itu, anak muda harus menciptakan solusi dari Indonesia untuk Indonesia, misalnya memanfaatkan AI untuk membantu guru, mendukung petani, meningkatkan efisiensi UMKM, dan memperluas akses layanan publik.

Kepemimpinan digital, kata dia, juga harus beretika dan kolaboratif. Menurutnya, pertanyaan tidak berhenti pada apakah teknologi dapat dibangun, tetapi juga mengapa teknologi itu dibutuhkan, siapa yang memperoleh manfaatnya, dan risiko apa yang perlu dilindungi.

Meutya menambahkan jika generasi Sumpah Pemudah 1928 menyatakan tekad membangun bangsa, maka generasi sekarang harus memiliki kesempatan menyatakan pengetahuan, inovasi, dan teknologi untuk membawa bangsa menuju masa depan yang cerah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
Advertisement
Comeback Dramatis! Amri/Nita Bangkit dari Ketertinggalan dan Lolos Semifinal Hylo Open

Comeback Dramatis! Amri/Nita Bangkit dari Ketertinggalan dan Lolos Semifinal Hylo Open

31 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.