Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Patung Jamur Karya Seniman Indonesia Dipamerkan di Shanghai

📅 Senin, 14 Apr 2025, 15:40 WIB | Oleh:
Patung Jamur Karya Seniman Indonesia Dipamerkan di Shanghai Doc: ANTARA/HO-KJRI Shanghai
Ket. Seniman kontemporer Indonesia Syaiful Aulia Garibaldi dengan sebuah karya seni patung dari jamur dalam pameran "Lartucira Field" di Yuz Museum, Shanghai, Tiongkok.

BEIJING - Seniman kontemporer Indonesia Syaiful Aulia Garibaldi memamerkan karya patung dari jamur hidup di ruang terbuka Yuz Museum di Shanghai, Tiongkok, sejak 12 April.

Patung-patung dalam pameran bertajuk "Lartucira Field" itu terbuat dari lapisan plaster yang membungkus substrat jamur sehingga jamur bisa terus berkembang hingga pameran berakhir pada 4 Januari 2026.

"Kita tidak hanya merayakan karya seni, tetapi juga merayakan jembatan kebudayaan antara Indonesia dan Tiongkok," kata Konsul Jenderal RI di Shanghai Berlianto Situngkir dalam keterangan tertulisnya.

Karya seni ini, kata dia, juga dapat menandai 75 tahun hubungan bilateral Indonesia-Tiongkok yang jatuh pada 13 April 2025.

"Karena itu, pameran ini merupakan persembahan yang tepat sebagai bentuk nyata dari people-to-people contact antar kedua negara yang berkontribusi bagi hubungan yang harmonis bagi keduanya," katanya.

Syaiful Aulia Garibaldi adalah lulusan Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung yang meminati lingkungan hidup, ekologi, dan kekuatan mikroorganisme sebagai simbol kehidupan, pembusukan, dan kematian.

Selain menampilkan karya patung, pameran itu juga menghadirkan mural pada dinding yang mengajak pengunjung berkolaborasi menggunakan subtrat jamur. Kolaborasi mural itu disebutnya menampilkan esensi masa lalu dan masa kini.

"Ini merupakan pameran tunggal pertama saya di Tiongkok, kebetulan juga (saya) menjadi seniman Indonesia pertama yang berpameran di Yuz Museum ini," kata Syaiful saat dihubungi ANTARA dari Beijing pada Senin (14/4).

Dia mengaku sebelumnya pernah ikut pameran bersama di West Bund Art Center, Shanghai, pada 2017.

"Khusus untuk pameran ini, saya diundang untuk berkarya di Yuz Museum. Saya pikir ini kesempatan bagus, karena karya-karya akan ditempatkan juga di ruang-ruang publik," kata Syaiful.

Saat membuat mural di Yuz Museum, dia juga melibatkan para relawan dan pengunjung. Sekitar 40 orang, termasuk anak-anak, ikut membuat mural di tembok museum itu.

"Jadi, proses dan pamerannya melibatkan komunitas-komunitas sekitar sana karena karya-karya ini yang akan menikmatinya juga warga di sekitar sana. Baiknya, mereka ikut merasakan dan ikut menjaganya," kata Syaiful.

Dalam karya-karyanya, dia menggunakan perpaduan jamur dari Indonesia dan China. Jamur oyster yang banyak tumbuh di Indonesia, misalnya, dipadukan dengan jamur lingzhi dari China.

Kedua jenis jamur ini seiring waktu akan tumbuh dan berkembang dalam ikatan plaster yang berfungsi menjaga kelembapan agar jamur tetap hidup.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

46 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
Nasional
Tanggapan Istana Usai Wamen...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...
Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.