Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Alat Berat Dikerahkan untuk singkirkan longsor di JLS Tulungagung

📅 Minggu, 13 Apr 2025, 15:40 WIB | Oleh:
Alat Berat Dikerahkan untuk singkirkan longsor di JLS Tulungagung Doc: ANTARA/Destyan Sujarwoko
Ket. Kendaraan mengantre untuk melintasi titik longsor di jalan raya JLS Trenggalek-Tulungagung Km10+800 Desa Keboireng, Tulungagung, Jawa Timur, Minggu (13/4).

Tulungagung, Jatim -- BPBD Tulungagung mengerahkan satu ekskavator untuk menyingkirkan material longsor yang terjadi di jalan raya JLS km 10+800 Desa Keboireng, Tulungagung, Jawa Timur, Minggu.

Proses normalisasi berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga sore hari, dengan mengevakuasi material batuan yang ambrol dari tebing di sisi jalan JLS, setinggi 20-an meter dan lebar sekitar 10 meter.

Kapolsek Besuki, AKP Samsun mengungkapkan, longsor dilaporkan terjadi sekitar Minggu dinihari pukul 00.15 WIB.

Saat longsor terjadi, hujan dengan intensitas cukup tinggi tengah mengguyur wilayah pesisir selatan sehingga menyebabkan beberapa pemukiman di sekitar pesisir Teluk Prigi tergenang banjir.

"Tapi karena situasinya gelap, kami tidak bisa menganalisa situasi secara pasti apakah akan ada longsor susulan atau tidak. Jadi untuk keamanan, JLS Tulungagung-Trenggalek kemudian kami tutup total. Semua kendaraan distop di pertigaan dan baru dibuka dengan sistem satu arah pagi tadi," kata AKP Samsun menjelaskan.

Mulanya hanya kendaraan kecil dan roda empat yang diizinkan melintas bergantian di titik longsor ini. Namun setelah alat berat dari kontraktor HK didatangkan dari wilayah proyek JLS Brumbun-Sine, bus pariwisata dan kendaraan besar lain boleh melintasi dengan sistem buka-tutup.

Lokasi longsor ini berdekatan dengan perbatasan Tulungagung-Trenggalek.

Tebing yang longsor merupakan jenis batuan lapuk. Tebing itu merupakan hasil keprasan alat berat saat pembangunan JLS yandilakukan kontraktor Nindya Karya, beberapa tahun lalu.

Kontur tanah yang didominasi baru lapuk, tidak adanya benteng pengaman di sisi jalan JLS dan tanaman pelindung menyebabkan jalur selatan ini berbahaya dilintasi saat turun hujan deras karena sewaktu-waktu bisa longsor.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Luar Negeri
Selamat Datang di Festival ...
Daerah
Kebakaran Kawah Ijen Sudah ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.