Bekasi, Bogor, Sukabumi Bisa Hancur Karena Efek Sesar Citarik

Jumat, 11 Apr 2025, 19:35 WIB

Terjadi gempa bumi yang berpusat di Kota Bogor, para ahli mengatakan bahwa gempa berpusat di sebelah tenggara Kota Bogor, tepatnya di jalur Patahan atau Sesar Citarik. 

Sesar atau patahan Citarik adalah sesar mendatar yang melintasi provinsi Jawa Barat, melewati Palabuhanratu, Kabupaten Bogor, dan Kota Bekasi. Sesar ini adalah retakan panjang di kerak bumi tempat dua lempeng tektonik bergerak melewati satu sama lain. Sesar sepanjang 250 kilometer ini melewati dan berada dekat kawasan padat penduduk seperti wilayah metropolitan Jabodetabek yang berpenduduk lebih dari 30 juta jiwa. 

Ket. Foto: Gambaran kasar jalur sesar Citarik, membentang dari Palabuhan Ratu Sukabumi hingga Bekasi melewati Bogor — Sumber: @infogempadunia

Patahan Citarik ini memiliki mekanisme pergerakan Sinistral Strike Slip (Bergerak mendatar ke kiri) dengan laju pergerakan yang belum diketahui
Keberadaan Patahan Citarik ini dibuktikan dari beberapa morfologi yang terjadi disepanjang patahan ini yaitu terjadinya kelurusan perbukitan diwilayah Gunung Salak dimana terlihat rekahan di Gunung Salak yang dimana Patahan Citarik ini juga mempengaruhi pembentukan Gunung Salak lalu terlihat juga kelurusan perbukitan diwilayah Citeureup Bogor.

Patahan ini melewati beberapa wilayah padat pemukiman yaitu Kota Bogor, Cileungsi, Gunung Putri dan Bekasi. Patahan ini terbagi kedalam 3 segmen (pemetaan) yaitu Segmen Selatan, Segmen Tengah dan Segmen Utara dan jika dilihat dari aktifitas kegempaannya Patahan Citarik ini terbilang minim menghasilkan gempa bumi dan bagian paling aktif kegempaan dari patahan ini adalah berada di Segmen Selatan yaitu antara Pelabuhanratu hingga Kota Bogor dimana dibagian ini sering terjadi gempa kecil dan swarm.


SEJARAH GEMPA BUMI DIJALUR SESAR CITARIK


Gempa dari Patahan Citarik ini relatif minim namun bukan berarti tak ada, gempa-gempa di sekitar patahan ini didominasi oleh gempa swarm (gempa bergerumbul dalam kejadian relatif berdekatan), berikut beberapa sejarah gempa yang kemungkinan besar dari aktifitas patahan ini:


1. Tahun 1833 di Jakarta dan 1852 di Bogor namun gempa ini tidak diketahui kekuatannya (Irsyam et al 2010)
2. M5.6 pada 9 Februari 1975 gempa ini terjadi pada kedalaman 27 km dan berpusat di wilayah Gunung Salak serta dirasakan dalam skala MMI VI Pamijahan. Skala V Kabandungan, Ciampea, Bogor, Ciawi, Leuwiliang (USGS)
3. M5.4 pada 12 Juli 2000 gempa berada dikedalaman 33 km dan berpusat diwilayah Ciawi dan Caringin serta dirasakan MMI V di Bogor dan Ciawi (USGS)
4. M4.3 pada 20 Desember 2000 gempa berpusat diwilayah Taman Sari dan dirasakan dalam intensitas MMI III-IV di Taman Sari dan Bogor (USGS)
5. M4.4 pada 3 November 2003 pusat gempa sekitar 8 km Timur Kota Bogor pada kedalaman 33 km yang berada dekat di jalur Patahan Citarik (USGS)
6. M4.1 pada 11 Oktober 2008 diwilayah Kabandungan pada kedalaman 10 km (USGS)
7. M5.0 pada 10 Maret 2020 diwilayah Kabandungan pada kedalaman 10 km dan gempa ini dirasakan MMI V. Gempa ini menyebabkan banyak kerusakan diwilayah Kabandungan
8. Beberapa gempa swarm terjadi disekitar patahan ini tahun 2019 dan 2020 diwilayah Kabandungan dan Desa Malasari.

GEMPA BUMI BOGOR 10 APRIL 2025


Pada kejadian gempa M4.1 10 April 2025 yang berpusat sekitar 2 km dari Kota Bogor dimana bisa dikatakan titiknya berada di Kota Bogor, warga Bogor merasakan gempa ini relatif kuat dan terdengar suara gemuruh/dentuman.

Kejadian suara gemuruh ini menurut Dr. Daryono, S.Si., M.Si. Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG terjadi karena suara tersebut muncul karena getaran frekuensi tinggi dekat permukaan, sekaligus sebagai bukti bahwa gempa yang terjadi memiliki kedalaman hiposenter sangat dangkal.

Semua gempa sangat dangkal disertai dengan suara ledakan, dentuman dan gemuruh dan ini adalah kejadian normal.

APAKAH SESAR INI BERPOTENSI GEMPA BUMI MENGHANCURKAN BEKASI, BOGOR, DAN SUKABUMI?


Untuk pertanyaan apakah patahan ini berpotensi menyebabkan gempa besar maka jawabannya adalah iya, hanya saja perlu diingat bahwa gempa tidak bisa diprediksi sama sekali kapan tepatnya akan terjadi.

Referensi:

  • @infogempadunia
  • https://id.wikipedia.org/wiki/Sesar_Citarik

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Winoto Wahyu

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.