Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lolos ke Piala Dunia U-17 Jadi Kado Terindah Lebaran 2025 dari Garuda Muda

📅 Selasa, 08 Apr 2025, 13:05 WIB | Oleh:

Jadi, ini edisi yang lebih berat tapi menjadi tantangan tersendiri bagi para pemain Nova Arianto.

Tetapi fakta skuad Garuda telah memenangkan dua dari tiga pertandingan fase grup edisi tahun ini, adalah lompatan besar dari statistik laga pada Piala Asia U-17 1990, ketika Indonesia mencapai semifinal dan peringkat keempat tanpa mencatat satu pun kemenangan.

Saat itu Indonesia lolos ke semifinal setelah memetik dua hasil seri melawan Qatar dan Korea Selatan.

Garuda Muda lalu dikalahkan 0-2 oleh Uni Emirat Arab dalam semifinal, dan kemudian menyerah 0-5 kepada China pada perebutan tempat ketiga.

Mental dan Visi Bermain

Jika dilihat dari hasil pertandingan, Garuda Muda edisi 2025 lebih baik daripada tim Indonesia yang mencapai peringkat empat Piala Asia U-17, dua puluh lima tahun silam.

Mencapai peringkat empat edisi tahun ini jelas lebih berat dan lebih menantang ketimbang edisi 1990. Meskipun demikian, enam poin dari Korea Selatan dan Yaman, yang kemungkinan besar bakal disusul dengan hasil bagus lainnya dari laga melawan Afghanistan, membuktikan I Putu Panji Apriawan cs adalah tim yang siap menciptakan rangkaian kejutan.

Tidak saja padu dan kokoh, mereka tampil nyaris sempurna kala melawan Yaman, dengan mencetak tiga gol indah, dan sebuah penalti, berkat apa yang disebut pelatih Nova Arianto sebagai "mental dan visi bermain yang bagus".

Evandra Florasta dkk juga tampil cerdik kala melawan Korea Selatan yang lebih mendominasi pertandingan. Mereka terus memutar otak mencari cara melumpuhkan tim yang lebih kuat dan lebih menekan.

Mereka juga tenang, jeli menyerap energi lawan dan membaca celah kemenangan, setipis apa pun peluang kemenangan itu, dengan serangan balik yang mematikan, dan ketajaman melihat peluang.

Kala melawan Korea Selatan, Garuda Muda mencetak gol dari satu-satunya peluang "on target" yang mereka buat dalam pertandingan itu.

Mereka juga cerdik dalam mengenali situasi lapangan, dengan memanfaatkan lebar lapangan untuk memberikan ancaman balik kepada Korea Selatan, yang kerap frontal menyerang dari tengah.

Faktor Nova Arianto

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.