Investor Waspada, Harga Emas Bisa Tembus $3.200 Akibat Kebijakan Tarif Trump
📅 Kamis, 03 Apr 2025, 21:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah
JAKARTA - Harga emas dunia berpotensi mencapai level 3.200 dolar AS per troy ons dalam waktu dekat.
Lonjakan harga tersebut karena dipengaruhi oleh kebijakan tarif timbal balik atau reciprocal tarrif Amerika Serikat (AS).
Pengamat mata uang Ibrahim Assuabi menuturkan peningkatan ketegangan geopolitik, terutama di Timur Tengah, juga turut memperkuat tren kenaikan harga emas sebagai aset lindung nilai.
“Tadi pagi sempat menyentuh level 3.180 (dolar AS per troy ons) ya artinya ada kemungkinan besar dalam minggu depan ya 3.200 (dolar AS per troy ons), itu akan tercapai untuk harga emas dunia. Kenapa? Karena permasalahan tensi geopolitik yang begitu kencang ya,” kata Ibrahim di Jakarta, Kamis (3/4).
Selain itu, ultimatum AS terhadap Iran untuk bekerja sama dalam masalah reaktor nuklir, juga bisa menjadi faktor yang mempengaruhi peningkatan harga emas.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebagai informasi, melansir situs harga-emas.org, harga emas dunia saat ini berada di level 3.105,60 dolar AS per troy ons.
AS di bawah kepemimpinan Donald Trump mengenakan tarif impor khusus kepada beberapa negara yang mulai berlaku pada 9 April 2025, dengan Tiongkok dikenakan tarif sebesar 34 persen, Vietnam 46 persen, Taiwan 32 persen, Korea Selatan 25 persen, Uni Eropa 20 persen, dan Swiss 31 persen.
Sementara, Indonesia berada di urutan ke delapan di daftar negara-negara yang terkena kenaikan tarif AS, dengan besaran 32 persen.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain itu, Ibrahim menyoroti perkembangan di Eropa, di mana meskipun Rusia dan Ukraina telah menyepakati perjanjian perdamaian, ada dua negara Eropa yang bersiap mengirimkan pasukan untuk mendukung Ukraina.
Situasi ini meningkatkan risiko eskalasi konflik di kawasan tersebut, yang semakin memperkuat daya tarik emas sebagai aset aman bagi investor.
Lebih lanjut, kebijakan tarif baru AS juga berdampak negatif pada nilai tukar rupiah dan pasar keuangan Indonesia.
Ibrahim memperkirakan rupiah bisa melemah hingga menyentuh level 16.900 per dolar AS, dengan potensi menembus 17.000 per dolar AS dalam waktu dekat.
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi turun 2-3 persen pada perdagangan Senin mendatang akibat ketidakpastian global yang meningkat.
Untuk meredam dampak perang dagang ini, Ibrahim menyarankan Pemerintah Indonesia untuk menerapkan kebijakan balasan dengan mengenakan tarif impor yang setara terhadap barang dari AS.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!