Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sering Alami Anxiety? PAFI Ungkap Penyebab dan Cara Pengobatannya

📅 Rabu, 26 Mar 2025, 14:10 WIB | Oleh:

Pola pikir negatif dan perilaku yang tidak sehat dapat memperburuk kecemasan. Misalnya, seseorang yang memiliki pola pikir pesimis atau cenderung menghindari situasi yang menimbulkan kecemasan mungkin lebih rentan mengalami gangguan kecemasan.

6. Kondisi medis lainnya

Faktor terakhir penyebab gangguan kecemasan berlebihan adalah gangguan medis lainnya seperti seperti hipertiroidisme, gangguan jantung, dan kondisi yang mempengaruhi sistem saraf dapat memicu gejala kecemasan. Gejala-gejala ini seringkali mirip dengan gejala gangguan kecemasan, sehingga penting untuk melakukan evaluasi medis yang menyeluruh.

Apa saja obat yang tepat untuk mengobati gangguan kecemasan berlebihan?

PAFI (Persatuan Ahli Farmasi Indonesia) telah melakukan penelitian lanjut mengenai faktor penyebab terjadinya gangguan kecemasan secara berlebihan atau anxiety disorder. Berikut adalah beberapa jenis obat yang umum digunakan untuk mengurangi gejala gangguan kecemasan dan membantu mengelola kondisi tersebut meliputi:

1. Antidepresan

Obat antidepresan dapat dengan baik mengelola dan mengontrol gangguan kecemasan secara berlebihan. Obat-obatan seperti fluoxetine, sertraline, dan citalopram dapat bekerja dengan meningkatkan kadar serotonin di otak, sehingga penderitanya memiliki mood yang baik serta lebih tenang dalam menghadapi sesuatu.

2. Benzodiazepine

Obat benzodiazepine seperti alprazolam dan diazepam dapat digunakan untuk meredakan gejala kecemasan dalam jangka pendek. Namun, penggunaannya harus hati-hati karena risiko ketergantungan yang cukup tinggi.

3. Pregabalin

Pregabalin adalah jenis obat yang dapat digunakan untuk mengobati gangguan kecemasan, terutama jika pasien juga mengalami nyeri neuropatik atau kejang. Pregabalin memiliki efek menenangkan dan dapat membantu mengurangi gejala kecemasan.

4. Buspirone

Buspirone adalah obat ansioselektif yang digunakan untuk mengobati gangguan kecemasan umum tanpa efek sedatif yang signifikan. Buspirone tidak memiliki risiko ketergantungan seperti benzodiazepine, tetapi mungkin memerlukan waktu beberapa minggu untuk mulai bekerja.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Piala AFF 2026: Prediksi Line Up Indonesia vs Vietnam,  Herdman Siapkan Formasi Terbaik.

Piala AFF 2026: Prediksi Line Up Indonesia vs Vietnam, Herdman Siapkan Formasi Terbaik.

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.