Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PBB: Bantuan Dipangkas, Lebih Banyak Anak Meninggal

📅 Selasa, 25 Mar 2025, 10:19 WIB | Oleh: Tim Penulis
PBB: Bantuan Dipangkas, Lebih Banyak Anak Meninggal Doc: un.org
Ket. Seorang anak laki-laki di Mozambik tidur di samping bantuan makanan yang disumbangkan USAID dan didistribusikan oleh FAO.

PBB - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan pemangkasan bantuan internasional dapat mengakhiri kemajuan yang telah dicapai selama puluhan tahun dalam memerangi kematian anak, bahkan membalikkan tren tersebut.

Meskipun laporan tahunan dari UNICEF, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dan Bank Dunia tidak secara khusus menyoroti Amerika Serikat, laporan itu muncul setelah pemerintahan Presiden Donald Trump menghentikan sebagian besar program yang dijalankan USAID, badan bantuan luar negeri utama Amerika dengan anggaran tahunan sebelumnya sebesar $42,8 miliar.

"Komunitas kesehatan global tidak cukup khawatir dengan situasi yang kita lihat," kata Fouzia Shafique, Direktur Asosiasi Kesehatan UNICEF, kepada AFP.

Laporan tersebut memperingatkan konsekuensi pemotongan dana bantuan akan menjadi yang terburuk di negara-negara yang angka kematian bayinya sudah tertinggi, seperti di Afrika sub-Sahara dan Asia Selatan.

"Sederhananya, jika dukungan untuk layanan penyelamatan nyawa tidak berkelanjutan, banyak negara dapat mengalami peningkatan kematian bayi baru lahir dan anak-anak," kata laporan itu.

Pada tahun 2023, angka kematian anak di bawah usia lima tahun terus menurun, dengan 4,8 juta kematian tercatat, termasuk 2,3 juta bayi baru lahir di bawah usia satu bulan, menurut laporan tersebut.

Jumlah kematian tersebut turun di bawah lima juta untuk pertama kalinya pada tahun 2022, dan rekor terendah baru ini menandai penurunan sebesar 52 persen sejak tahun 2000.

Namun Shafique berkeras bahwa "4,8 juta adalah 4,8 juta terlalu banyak."

Sejak 2015, kemajuan dalam memerangi kematian anak telah melambat karena uang bantuan dialihkan untuk memerangi Covid, dan ini bisa jadi hanya awal dari pola yang berbahaya.

"Menurunkan angka kematian anak yang dapat dicegah ke titik terendah merupakan pencapaian yang luar biasa. Namun, tanpa pilihan kebijakan yang tepat dan investasi yang memadai, kita berisiko membalikkan pencapaian yang telah diperoleh dengan susah payah ini," kata direktur eksekutif UNICEF Catherine Russell dalam sebuah pernyataan.

"Kita tidak bisa membiarkan hal itu terjadi," tambahnya.

Beberapa dampak negatif dari pemotongan dana sudah terasa, seperti kekurangan tenaga kesehatan, penutupan klinik, gangguan program vaksinasi, dan kurangnya pasokan penting, seperti pengobatan malaria.

Ethiopia, misalnya, sedang mengalami peningkatan besar dalam kasus malaria, kata Shafique.

Tetapi negara ini menghadapi kekurangan parah alat tes diagnostik, kelambu berinsektisida untuk tempat tidur, dan pendanaan untuk kampanye penyemprotan terhadap nyamuk pembawa penyakit.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.