Raducanu Nikmati Kemenangan Setelah Melewati Bulan-Bulan yang Sulit
📅 Minggu, 23 Mar 2025, 09:35 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: AFP
MIAMI GARDENS, AMERIKA SERIKAT - Emma Raducanu mengalahkan unggulan kedelapan Emma Navarro dalam pertandingan dramatis di Miami Open, Sabtu (22/3) waktu setempat. Petenis asal Inggris itu mengatakan bahwa kemenangan ini memiliki makna lebih besar dibandingkan beberapa kemenangannya saat menjuarai US Open 2021.
Petenis 21 tahun itu, yang menjadi sensasi instan setelah meraih gelar Grand Slam di Flushing Meadows, mengalami pasang surut dalam karirnya. Namun, dalam pertarungan sengit selama dua jam 53 menit, dia membuktikan ketangguhannya dengan kemenangan 7–6 (8/6), 2–6, 7–6 (7-3).
“Hari ini saya benar-benar mengerahkan segalanya di lapangan. Ada saat-saat di set ketiga ketika saya merasa sudah benar-benar kalah, benar-benar habis. Saya tidak melihat jalan keluar dari situasi itu, terutama secara fisik,” ujar Raducanu.
“Tapi entah dari mana, saya menemukan energi tambahan dan merasa berlari dengan dorongan adrenalin... Saya sangat bangga dengan cara saya bertarung,” sambungnya.
Di set ketiga, Raducanu sempat kehilangan servisnya saat tertinggal 4-5, tetapi ia berhasil membalas dengan mematahkan servis Navarro ketika lawannya itu berusaha menutup pertandingan pada kedudukan 6-5. Raducanu kemudian tampil lebih agresif di tie-break untuk memastikan kemenangan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Raducanu saat ini berada di peringkat 60 dunia, setelah berkutat dengan cedera dan hasil yang mengecewakan. Meski begitu, ia merasa kemenangan ini memiliki makna emosional yang lebih besar dibandingkan dengan kesuksesannya di US Open.
“Ada banyak emosi saat saya menang. Saya tahu saya pernah memenangkan US Open, tetapi setelah mengalami begitu banyak hal dalam beberapa tahun terakhir, kemenangan seperti ini terasa jauh lebih berarti,” ungkapnya.
“Bukan dalam hal besarnya prestasi, tetapi secara emosional, karena saya sekarang lebih menyadari betapa berat perjuangan yang telah saya lalui. Saat saya memenangkan US Open, saya hanya memenangkan 10 pertandingan secara straight set. Saya belum merasakan kekalahan beruntun, kekecewaan selama berbulan-bulan,” jelasnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Jadi untuk bisa keluar dari masa sulit itu, kemenangan ini terasa lebih berarti dibandingkan beberapa pertandingan di US Open,” tandasnya.
Sejak meraih gelar Grand Slam, Raducanu kerap kesulitan menghadapi ekspektasi tinggi yang dibebankan kepadanya. Selain itu, dia juga beberapa kali mengganti pelatih dalam periode singkat, yang semakin memperumit perjalanannya.
Di luar lapangan, dia sempat mengalami kejadian tidak menyenangkan pada bulan Februari lalu ketika menjadi korban penguntitan di Dubai. Seorang pria tak dikenal diamankan oleh petugas keamanan dan kemudian dijatuhi perintah penahanan serta larangan menghadiri turnamen WTA.
Turnamen Indian Wells menjadi ajang pertamanya setelah insiden tersebut, tetapi dia tersingkir di babak pertama oleh petenis Jepang, Moyuka Uchijima.
“Beberapa bulan terakhir bukanlah masa yang mudah. Saya menghadapi banyak hal, baik di dalam maupun di luar lapangan,” ujar Raducanu.
“Tujuan saya adalah mencapai titik di mana saya merasa lebih stabil dan nyaman dengan lingkungan saya. Minggu ini, saya dikelilingi oleh orang-orang luar biasa yang telah mengenal saya sejak lama. Saya merasa aman, bahagia, dan ingin berjuang untuk mereka,” sambungnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!