Pelabuhan Gilimanuk-Bali Tutup 24 Jam saat Nyepi
📅 Kamis, 20 Mar 2025, 23:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
Jembrana - Pelabuhan Gilimanuk di Kabupaten Jembrana, Bali akan tutup selama 24 jam mulai tanggal 29 hingga 30 Maret saat Hari Raya Nyepi, sehingga pemudik diimbau menyesuaikan jadwal keberangkatan dengan hari raya Umat Hindu tersebut.
"Kapal terakhir berangkat dari Pelabuhan Gilimanuk pada tanggal 29 Maret pukul 05.00 Wita. Karena itu, kami minta pemudik yang menuju Jawa menyesuaikan jadwal keberangkatannya agar tidak terjebak Nyepi saat masih di jalan," kata Kapolres Jembrana Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Endang Tri Purwanto usai upacara gelar pasukan Operasi Ketupat Agung 2025 di Negara, Kabupaten Jembrana, Bali, Kamis (20/3).
Dia mengatakan, penutupan jasa penyeberangan di Selat Bali ini akan dilakukan sampai Hari Raya Nyepi selesai atau pada tanggal 30 Maret pagi.
Menurut dia, untuk menghindari penumpukan pemudik di Gilimanuk atau pun pemudik yang masih di jalan raya Denpasar Gilimanuk saat Nyepi, pembelian tiket kapal laut akan dihentikan sementara pada tanggal 29 Maret mulai pukul 03.00 Wita.
"Dengan Hari Raya Idul Fitri yang berdekatan dengan Hari Raya Nyepi, pemudik harusnya bisa menyesuaikan diri agar tidak ada masalah di jalan," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Rentetan kegiatan Nyepi, kata dia, tidak hanya menghentikan seluruh kegiatan mulai tanggal 29 hingga 30 Maret, tetapi juga ada kegiatan pengerupukan atau pawai ogoh-ogoh yang biasanya juga menggunakan jalan raya Denpasar-Gilimanuk.
Adanya pawai ogoh-ogoh ini, kata dia, juga harus dipertimbangkan oleh pemudik untuk mengatur jadwal keberangkatannya karena ada potensi kemacetan di jalan raya Denpasar-Gilimanuk.
Dari pendataan yang pihaknya lakukan, diperkirakan sebanyak 182 ogoh-ogoh akan menggunakan jalan utama Denpasar-Gilimanuk di wilayah Kabupaten Jembrana.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Intinya semua pihak harus mengedepankan toleransi. Kami sendiri dari aparat keamanan akan bekerja maksimal agar tidak muncul hal-hal yang tidak diinginkan saat Nyepi," katanya.
Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan yang hadir dalam gelar pasukan Operasi Ketupat Agung 2025 mengatakan, sesuai kesepakatan pawai ogoh-ogoh dibatasi hingga pukul 21.30 Wita.
Karena itu, dia mengimbau dan meminta permakluman dari anak-anak muda yang biasanya mengarak ogoh-ogoh untuk mematuhi kesepakatan bersama yang ditandatangani organisasi keagamaan yang tergabung dalam Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) tersebut.
"Kami dari Forum Komunikasi Pimpinan Daerah juga ikut menandatangani kesepakatan tersebut. Kepada masyarakat Jembrana saya minta menjaga agar situasi kondusif," katanya.
Pemkab Jembrana, kata dia, siap bekerja sama dengan aparat keamanan dan pihak lain agar kegiatan keagamaan berjalan lancar dengan prinsip saling toleransi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!