Jan Pieterszoon Coen Sang Jagal Rakyat Banda
📅 Kamis, 20 Mar 2025, 06:10 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: Wikimedia
Salah satu pegawai Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) yang paling terkenal adalah Jan Pieterszoon Coen (1587-1629). Ia merupakan Gubernur Jenderal keempat di Hindia Timur dan sering dianggap sebagai pendiri pemerintahan Belanda di kepulauan India. Ia mendirikan pos perdagangan Batavia.
Jan Pieterszoon Coen mungkin lahir di Hoorn pada tahun 1587. Ini adalah putra Pieter Janszoon, yang pindah dari Twisk ke Hoorn lebih awal karena kota tersebut sedang mengalami kebangkitan ekonomi. Pada tanggal 8 Januari 1587, Jan Pieterszoon Coen dibaptis di Grote Kerk di Hoorn.
Pada usia tiga belas tahun dia dikirim ke Roma untuk belajar. Ia menerima pendidikan komersial, belajar akuntansi dan menguasai beberapa bahasa. Coen tinggal di Roma selama enam tahun dan kemudian kembali ke Hoorn di mana dia mendapatkan pekerjaan sebagai sub-pedagang di kapal VOC De Hoorn.
Pada bulan Desember 1607 kapal ini berangkat ke Hindia dengan armada tiga belas kapal. Armada tersebut melakukan perjalanan ke Kepulauan Banda, tempat tumbuhnya pala dan bunga pala yang berharga. Laksamana armada, Pieter Willemszoon Verhoeff, ditugaskan untuk mendapatkan hak eksklusif untuk memperdagangkan pala.
Ia menerima surat dari Stadtholder Maurice dari Oranye yang meminta izin kepada orang Banda untuk membangun benteng. Karena tidak ada jawaban atas pertanyaan itu, laksamana memutuskan setelah beberapa waktu untuk mulai membangun benteng ini.
Sebaiknya Anda baca juga:
Orang Banda kemudian mengindikasikan bahwa mereka masih menginginkan percakapan, tetapi ketika laksamana datang ke lokasi pertemuan yang disepakati, dia dibunuh oleh orang Banda. Belanda yang tersisa membalas dendam dan berhasil menegakkan perjanjian yang menetapkan bahwa mulai sekarang hanya pala dan bunga pala yang akan dipasok ke VOC.
Jan Pieterszoon Coen kembali ke Hoorn pada tahun 1611. Setahun kemudian dia berangkat ke Hindia lagi. Kali ini sebagai kepala pedagang dengan kapal De Provinciën dan De Hoop. Tujuannya adalah Banten, pusat perdagangan penting di Jawa bagian barat.
Belanda sudah mempunyai pos perdagangan di sini, namun ketika Coen tiba ia mendapati pos tersebut dalam kondisi yang memprihatinkan. Di sini mengatur ulang bisnisnya dan pada bulan Oktober 1613 diangkat sebagai akuntan jenderal dan presiden semua kantor perdagangan di Banten dan Jacatra.
Sebaiknya Anda baca juga:
VOC jelas puas dengan kerja Coen. Pada tahun 1617 ia diangkat menjadi gubernur jenderal. Ini untuk menggantikan Laurens Reael yang berkonflik dengan VOC. Dalam upaya mematahkan kekuasaan Inggris dan Bupati Banten, ia membangun benteng di Jacatra pada tahun 1618.
Apa yang dilakukan tanpa meminta izin kepada raja setempat. Tak lama kemudian dia membuka serangan terhadap Inggris. Awalnya pertempuran berjalan dengan baik, namun ketika Inggris menerima bala bantuan, hal ini berubah dan Coen pindah ke Maluku dimana Belanda memiliki basis yang baik.
Pada bulan Mei 1619, Coen kembali dengan pasukan berjumlah seribu orang. Inggris dikalahkan, setelah itu Coen mendirikan pos perdagangan Batavia di lokasi Jacatra. Coen awalnya ingin menyebut kota itu Nieuw-Hoorn tempat lahirnya, namun VOC memilih nama Batavia. Hal ini sebagai penghormatan kepada nenek moyang, masyarakat Batavia.
Pada tahun 1621, Coen mengambil tindakan keras terhadap orang Banda yang gagal memenuhi kontrak rempah-rempah mereka di bawah tekanan Inggris. Ia melakukan perjalanan dengan armada besar ke Kepulauan Banda.
Meski penduduknya mengungsi, hanya sedikit yang lolos. Diperkirakan hanya enam ratus dari 15.000 warga Banda yang selamat dari serangan tersebut. Menurut cerita pada masa genosida ini VOC memerintahkan algojo samurai Jepang yang dipekerjakan VOC untuk memenggal puluhan kepala desa.
Oleh karenanya Jan Pieterszoon Coen yang berhasil memonopoli perdagangan pala dan bunga pala mendapat julukan: Jagal Banda karena peristiwa ini. Coen mengirim budak ke Kepulauan Banda, yang hampir kosong akibat pembantaian tersebut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!