Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Merawat Tradisi 'Blangikhan' Upaya Menyucikan Diri Jelang Ramadan

📅 Minggu, 16 Mar 2025, 20:26 WIB | Oleh:
Merawat Tradisi 'Blangikhan' Upaya Menyucikan Diri Jelang Ramadan Doc: (ANTARA/Ardiansyah)
Ket. Mahasiswa dari luar negeri ikut serta dalam kegiatan prosesi Blangikhan guna menyambut bulan suci Ramadan.

BANDARLAMPUNG - Bulan Ramadan merupakan salah satu waktu yang paling dinanti-nantikan oleh umat Islam di dunia karena bulan ini penuh dengan berkah dan ampunan Allah Subhanahu wa ta'ala (Swt).

Ramadan memang bulan istimewa, sehingga patut disambut dengan istimewa pula. Sebelum kedatangan bulan yang agung tersebut, sebagian masyarakat masih mempercayai bahwa setiap orang harus menyucikan diri agar ibadah puasa pada Ramadan dapat dijalankan dengan lebih nyaman dan penuh keberkahan.

Mandi sebelum Ramadan menjadi salah satu cara untuk bersuci dan mempersiapkan diri. Di Provinsi Lampung terdapat sebuah tradisi yang telah dilakukan secara turun menurun dalam menyambut bulan Ramadan yakni "Blangikhan".

Blangikhan merupakan tradisi adat Lampung yang dilakukan dengan mandi bersama di sungai atau kolam yang dipimpin oleh tetua adat untuk membersihkan diri sebelum menyambut Ramadan.

Dalam prosesi Blangikhan ada sejumlah kegiatan sebelum menuju acara puncak, seperti terdapat arak-arakan kereta kencana menuju lokasi. Ada juga proses pecah kendi oleh tetua adat.

Selanjutnya, para Muli-Mekhanai (bujang-gadis) menceburkan diri ke dalam sungai atau kolam renang untuk melakukan mandi suci (Blangikhan) dengan menggunakan peralatan ritual, seperti air langir, bunga tujuh rupa, setanggi, dan daun pandan

Ketua Majelis Penyimbang Adat Lampung (MPAL) Rycko Menoza SZP menyampaikan bahwa Blangikhan yang dilakukan setiap setahun sekali guna menyambut bulan puasa memiliki makna penyucian diri sebelum memasuki dan menjalankan ibadah pada Ramadan.

Tradisi yang sudah ada sejak dahulu kala dan diwariskan secara turun menurun ini sudah menjadi kebiasaan muslim yang mendiami wilayah suku-suku atau marga adat Lampung.

Prosesi Belangikhan sendiri mengandung nilai-nilai luhur di dalamnya seperti menjaga hubungan baik antar sesama, rasa syukur kepada Allah Swt, kebersamaan, gotong royong, dan saling menghormati. Oleh karena itu, tradisi Blangikhan yang merupakan warisan asli budaya Lampung ini harus dijaga dan dilestarikan agar tetap bertahan di tengah perubahan zaman.

Dalam upaya mempertahankan budaya Lampung tetap hidup dan dikenal luas, terutama oleh generasi saat ini, Lembaga Adat Majelis Penyimbang Adat Lampung (MPAL) akan segera menyusun buku untuk melaksanakan tata cara Blangikhan.

Buku ini ke depan bisa dijadikan sebagai rujukan untuk mengadakan acara tersebut yang sesuai dengan kebiasaan adat-adat atau marga yang ada di Lampung.

MPAL juga akan selalu melibatkan para siswa (sekolahan) dan masyarakat umum terutama bujang gadisnya untuk dapat melihat prosesi Blangikhan yang digelar setiap setahun sekali.

Pada sisi lain, Rycko Menoza yang juga Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI akan terus mendorong tradisi adat Lampung "Blangikhan" menjadi event nasional setiap tahunnya karena berpotensi menjadi kegiatan pariwisata tahunan.

Ia menyatakan bahwa Blangikhan merupakan satu tradisi budaya adat yang cocok dengan tradisi agama yang dijalani setiap tahunnya oleh umat Islam.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Daerah
Polda Jabar Tangkap Tersang...

Penataan Ruang Publik Menyambut HUT DKI Jakarta

22 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Penataan Ruang Publik Menya...
Daerah
Peringatan Hari Keamanan Pa...
Ekonomi
Program SPHP Kedelai Dukung...
Nasional
Pemerintah Perkuat SDM Mela...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.