Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BMKG: Waspadai Hujan Pegunungan yang Akibatkan Banjir

📅 Kamis, 13 Mar 2025, 22:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
BMKG: Waspadai Hujan Pegunungan yang Akibatkan Banjir Doc: Antara
Ket. Ilustrasi hujan lebat.

Medan - Masyarakat diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi terjadinya hujan dengan intensitas lebat di kawasan pegunungan di Sumatera Utara yang dapat menyebabkan banjir dan longsor.

"Waspada potensi terjadinya hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang di kawasan pegunungan, pantai barat, dan pantai timur Sumatera Utara," kata Prakirawan BBMKG Wilayah I Medan, Anggun Lestari, di Medan, Kamis (13/3).

Secara umum cuaca di Sumatera Utara pada Jumat (14/3) pagi berawan dan berpotensi hujan ringan di Batubara, Dairi, Humbahas, Gunungsitoli, Sibolga, Langkat, Mandailing Natal, Nias, Nias Barat, Nias Selatan, Pakpak Bharat, Samosir, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah dan Tapanuli Utara.

Pada siang hingga sore hari juga berawan dan berpotensi hujan ringan di hampir seluruh wilayah Sumatera Utara.

Sementara pada malam hari berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat diiringi petir dan angin kencang, terutama di Pakpak Barat dan sekitarnya.

Hujan lebat juga dapat terjadi pada dini hari di Pakpak Bharat, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Sibolga, Humbang Hasundutan dan sekitarnya.

Sementara Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan Medan, Dasmian Sulviani, mengatakan gelombang laut di sejumlah perairan Sumatera Utara berpotensi 1,25 hingga 2,5 meter yang berpeluang terjadi pada 13 hingga 16 Maret 2025.

Gelombang hingga 2,5 meter tersebut dapat terjadi di perairan Kepulauan Batu, perairan barat Sumatera Utara, perairan barat Kepulauan Batu, perairan barat Kepulauan Nias, dan Samudera Hindia barat Kepulauan Nias.

Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari barat laut menuju timur laut dengan kecepatan angin berkisar 8-25 knot.

Sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari barat daya menuju barat laut dengan kecepatan angin berkisar 6-25 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Selat Makassar bagian selatan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Nusron Wahid Dua Kali Mangk...
Nasional
Uji Coba Pendaratan Pesawat...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.