Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Polisi Sukabumi ekspos buronan kasus pencurian obat pertanian

📅 Rabu, 12 Mar 2025, 23:24 WIB | Oleh:
Polisi Sukabumi ekspos buronan kasus pencurian obat pertanian Doc: ANTARA/ Aditya A Rohman
Ket. Personel Polsek Jampangkulon, Resor Sukabumi memperlihatkan kedua tersangka pelaku pembobolan kios pupuk di Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (12/3/2025).

Sukabumi, Jabar, 12/3 - Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Jampangkulon, Resor Sukabumi mengekspos dua buronan kasus pencurian pupuk dan obat pertanian di wilayah Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, yang telah berhasil ditangkap. 

"Kedua tersangka kami tangkap di dua lokasi berbeda di wilayah Pajampangan," kata Kapolsek Jampangkulon Iptu Muhlis dalam kegiatan ekspos tersangka, di Sukabumi, Rabu.

Adapun kedua tersangka tersebut diketahui bernama Sapri (50) warga Jalan RA Kosasih, Gang Pangkalan, Kelurahan Cisarua, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi dan Yusuf Luki Setianus (42) warga Kampung Rancadarah, Desa Najing Mekar, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung.

Menurut Muhlis, pengungkapan kasus pencurian dengan pemberatan ini berawal dari penangkapan Sapri oleh personel Unit Reskrim Polsek Jampangkulon, di Jalan Raya Jampangkulon-Surade, Desa Talagamurni, Kecamatan Surade.

Kemudian dikembangkan dan mendapat informasi keberadaan tersangka lainnya yakni Yusuf yang kemudian dilakukan penangkapan di Jalan Gunung Batu, Desa Talagamurni.

Aksi pencurian dengan pemberatan yang dilakukan oleh kedua tersangka ini terjadi pada akhir Januari 2025 lalu, di mana Sapri dan Yusuf membobol kios penjualan pupuk dan obat pertanian di Jalan Gemarasa, Kelurahan/ Kecamatan Jampangkulon, yang mengakibatkan pemilik kios mengalami kerugian mencapai Rp37,7 juta.

Korban kemudian melaporkan bahwa tempat usahanya telah dibobol maling. Kemudian personel Polsek Jampangkulon langsung melakukan pengejaran dan berhasil menangkap kedua tersangka, setelah sempat satu bulan lebih buron atau masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Diduga kedua tersangka sebelum melakukan aksinya melakukan pengintaian terlebih dahulu dan mempelajari aktivitas yang dilakukan pemilik dan karyawan kios toko pupuk.

"Pelaku masuk ke dalam toko dengan cara menjebol tembok belakang toko menggunakan linggis dan menggondol berbagai jenis obat pertanian serta pupuk dan mengangkut dengan menggunakan kendaraan bak terbuka," tambahnya.

Muhlis mengatakan dari tangan tersangka polisi menyita barang bukti berupa berbagai jenis dan merek obat pertanian serta satu unit mobil bak terbuka warna putih dengan dengan nomor polisi  F 8764 SW.

Dia mengatakan kasus ini masih dikembangkan, dan kemungkinan pelaku melakukan hal serupa di tempat lain. Akibat ulahnya kedua tersangka terancam kurungan penjara selama tujuh tahun sesuai pasal 363 KUHP tentang Pencurian Dengan Pemberatan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.