Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tangerang Terus Lestarikan Budaya “China Benteng”

📅 Senin, 10 Mar 2025, 01:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tangerang Terus Lestarikan Budaya “China Benteng” Doc: ANTARA/HO-Pemkot Tangerang
Ket. Wakil Wali Kota Tangerang Maryono Hasan (tengah) memberikan sambutan dalam acara pemilihan Cide Kode Benteng 2025.

TANGERANG – Budaya “China Benteng” adalah bagian tak terpisahkan dengan sejarah Kota Tangerang. “Maka, kami akan terus melestarikannya,” tutur Wakil Wali Kota Tangerang, Maryono, Minggu (9/3).

Menurut Maryono, salah satu upaya pelestarian tersebut, Tangerang menggelar pemilihan “Cide Kode Benteng 2025.” Ini merupakan upaya wujud pelestarian budaya China Benteng yang tidak bisa dipisahkan dari Kota Tangerang.

“China Benteng merupakan budaya dan warisan leluhur yang tidak bisa dipisahkan dari Kota Tangerang, sehingga harus terus dilestarikan dan diregenerasi terus,” tandasnya. Pada hari Sabtu (8/3) malam telah dilaksanakan Malam Grand Final Pemilihan Cide Kode Benteng 2025.

Kegiatan ini bertujuan untuk mencari generasi muda berprestasi dan berwawasan luas yang mampu menjadi duta budaya Kota Tangerang, khususnya budaya China Benteng. Maryono Hasan juga menyampaikan apresiasinya kepada seluruh jajaran panitia serta Yayasan Cide Kode Benteng yang terus berkomitmen melestarikan budaya warisan China Benteng melalui ajang ini.

Dia juga mengungkapkan rasa bangganya atas keberagaman etnis dan budaya China Benteng yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah dan identitas kota ini. “Sudah ratusan tahun silam etnis Tionghoa China Benteng hadir. Maka, tidak heran jika sampai kini kebudayaan Kota Tangerang sangat beragam dan kental akan budaya China Benteng,” katanya.

Selain itu, Pemerintah Kota Tangerang tentunya turut mendukung dan mendorong agar generasi muda semakin mengenal budaya China Benteng. “Semoga melalui pemilihan Cide Kode Benteng 2025, semangat Bhineka Tunggal Ika di Kota Tangerang akan semakin kuat. Nilai kekayaan dan keberagaman China Benteng dapat terus Lestari.

Pos Pantau

Pada bagian lain, Kota Tangerang juga sibuk menjaga kamtibkan. Dalam hal ini ditangani Polres Metro Tangerang Kota dengan mendirikan 23 pos pantau. Pos pantau untuk antisipasi gangguan Kamtibmas seperti tawuran, perang sarung, dan penggunaan petasan maupun mencegah Saur On The Road (SOTR).

Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Zain Dwi Nugroho, Minggu (9/3), menyatakan Pos Pantau Ramadan juga untuk mengantisipasi tindak kejahatan atau kriminalitas seperti curanmor dan aksi begal.

“Total keseluruhan pos pantau yang didirikan di wilayah hukum Polres Metro Tangerang Kota ada 23,” kata Kapolres Kombes Zain.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Jakarta Fair Akan Berlangsung Lebih Lama

56 menit yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Jakarta Fair Akan Berlangsu...
Megapolitan
Jakarta Model Percontohan P...
Megapolitan
Pelatihan untuk Tekan Penga...
Nasional
Pengesahan UU Pengembangan ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
WHO: Makanan Tercemar Tewaskan 1,5 Juta Penduduk Setiap Tahun

WHO: Makanan Tercemar Tewaskan 1,5 Juta Penduduk Setiap Tahun

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.