Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Jika Tak Segera Diatasi Dampak Banjir di Karawang, Produksi Pangan Bisa Terhambat

📅 Senin, 10 Mar 2025, 00:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Jika Tak Segera Diatasi Dampak Banjir di Karawang, Produksi Pangan Bisa Terhambat Doc: istimewa
Ket. Kementerian Pekerjaan Umum (PU)

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengatasi segera dampak banjir terhadap ratusan hektar lahan sawah di Karawang, Jawa Barat. Selain merugikan petani, dampak banjir tersebut bisa menghambat laju produksi pangan.

"Dampak terhadap lahan pertanian menjadi perhatian serius, mengingat daerah ini merupakan bagian dari program swasembada pangan nasional," ucap Menteri PU, Dody Hanggodo saat berkunjung ke lokasi sawah terdampak banjir Karangligar, Karawang, Kamis (6/3).

Dia menambahkan banjir yang terjadi pada 4 dan 5 Maret lalu itu membutuhkan solusi cepat dan terukur. Kementerian PU menyiapkan sejumlah langkah penanganan, antara lain normalisasi saluran pembuangan, pemasangan pompa, serta pembangunan tanggul atau parapet guna memperkuat infrastruktur pengendali banjir.

Rencana ini juga mencakup pembangunan rumah pompa dan peningkatan sistem drainase di Saluran Pembuang Cidawolong dan Kedunghurang untuk memperlancar aliran air.

Menteri PU menegaskan penanganan banjir ini juga harus melibatkan pemerintah daerah agar bisa berjalan efektif. "Balai juga akan segera berkoordinasi dengan Pak Gubernur dan Bupati, karena kewenangan untuk beberapa langkah teknis seperti pembebasan lahan ada di tangan pemda," katanya.

Penyediaan Lahan

Dia menyoroti pentingnya mempercepat penyediaan lahan di daerah terdampak agar permasalahan ini tidak terus berulang. Ia berkomitmen untuk bekerja sama dengan pemerintah daerah serta pihak terkait guna merealisasikan langkah-langkah mitigasi secara cepat dan komprehensif.

"Tujuannya tidak hanya untuk mengurangi risiko banjir di masa mendatang, tetapi juga memastikan ketahanan pangan nasional tetap terjaga," pungkasnya.

Sebaiknya Anda baca juga:

Seperti diketahui, banjir ini akibat aliran balik (back water) dari Sungai Cibeet yang menyebabkan Saluran Pembuang Cidawolong dan Kedunghurang tidak mampu mengalirkan air secara optimal. Akibatnya, sekitar 160 hektare sawah dan permukiman di Kecamatan Telukjambe Barat, Karawang Barat, serta Pangkalan tergenang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
RI Berpotensi Kehilangan Da...
Menkeu Tegaskan Pemerintah Tak Naikan Tarif Pajak

Menkeu Tegaskan Pemerintah Tak Naikan Tarif Pajak

14 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.