Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Infeksi Kulit yang Muncul Saat Banjir Harus Diwaspadai

📅 Kamis, 06 Mar 2025, 18:46 WIB | Oleh:
Infeksi Kulit yang Muncul Saat Banjir Harus Diwaspadai Doc: (ANTARA/Risky Syukur)
Ket. Anak-anak bermain di tengah banjir di RW 05 Kedoya Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu (5/3).

JAKARTA - Dokter spesialis dermatologi dan venereologi dari Universitas Udayana, Bali dr. I Gusti Nyoman Darmaputra Sp.KK mengatakan masyarakat perlu mewaspadai beberapa risiko infeksi kulit yang sering terjadi karena terdampak banjir.

Dokter yang disapa Darma kepada ANTARA melalui pesan singkat, Kamis, mengatakan penyakit infeksi kulit yang muncul antara lain infeksi jamur seperti tinea pedis atau kutu air karena kaki yang lama terendam air tercemar, infeksi bakteri impetigo dan bisul yang mudah berkembang di lingkungan kotor dan lembab dan dermatitis kontak alergi akibat paparan bahan kimia atau kontaminan di air banjir.

Jika masyarakat yang lingkungannya terkena banjir mengalami masalah infeksi kulit tersebut, Darma menyarankan sebaiknya bilas dan cuci area kulit yang terkena banjir dengan air bersih dan sabun, dan pindah ke tempat yang kering agar paparan air tercemar tidak berlanjut.

“Jika muncul gatal atau iritasi, berikan krim antigatal atau antihistamin oral sesuai petunjuk. Apabila timbul luka terbuka atau tanda infeksi serius seperti bengkak, nanah, kemerahan luas, atau demam, segera rujuk ke fasilitas kesehatan terdekat untuk penanganan lebih lanjut,” katanya.

Ia mengatakan penanganan pada infeksi kulit perlu segera dilakukan lebih lanjut, karena bisa jadi infeksi jamur semakin meluas dari sela-sela jari dapat menyebar ke area kulit lain sehingga rasa gatal semakin parah. Garukan yang berlebihan juga berpeluang menyebabkan infeksi tambahan oleh bakteri (infeksi sekunder) menyebabkan infeksi lebih luas, kemerahan, dan peradangan pada kulit.

Darma menyebut menjaga kebersihan dan perlindungan pada tubuh penting ketika harus kontak dengan air banjir yang tercemar, di antaranya menggunakan sepatu boots atau sarung tangan untuk meminimalisasi menyentuh langsung dengan air banjir.

Selain itu, segera mandi dengan sabun antiseptik dan keringkan tubuh dengan baik, khususnya di bagian lipatan seperti sela jari. Pada lingkungan rumah juga perlu diperhatikan kebersihannya dengan melakukan disinfeksi setelah banjir untukmencegah pertumbuhan jamur dan bakteri di tempat tinggal. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Produk UMKM Dipromosikan Le...
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.